Dinkes Daerah Diminta Percepat Pemutusan Penyebaran Covid-19

    Theofilus Ifan Sucipto - 27 Juni 2020 18:34 WIB
    Dinkes Daerah Diminta Percepat Pemutusan Penyebaran Covid-19
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Dinas Kesehatan (Dinkes) di sejumlah daerah diminta mempercepat pemutusan penyebaran virus korona (covid-19). Penyebaran virus berbahaya itu masih mengkhawatirkan di sejumlah wilayah.

    “Kami menyampaikan bahwa ini harus dilakukan intervensi yang lebih cepat lagi,” kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus korona, Achmad Yurianto, di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Sabtu, 27 Juni 2020.

    Yuri mengatakan setiap dinkes tidak hanya diwajibkan menekan tingginya jumlah kasus. Diskes juga harus menekan banyaknya jumlah kasus per 100 ribu penduduk.

    “Ini bisa direpresentasikan sebagai tingkat risiko ancaman tertular. Di beberapa daerah masih cukup tinggi,” ujarnya.

    Yuri menjelaskan tingginya angka kasus positif karena masih banyak sumber penularan di masyarakat. Dia mencontohkan ada orang yang terinfeksi covid-19, namun tidak mengisolasi diri secara disiplin.

    Selain itu, kata Yuri, masih ada masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Mereka tidak menggunakan masker dan tidak menjaga jarak.

    “Masih banyak masyarakat yang tidak melindungi diri sendiri,” tutur Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan itu.

    Yuri mengingatkan masyarakat yang terinfeksi covid-19 untuk disiplin mengisolasi diri dan menerapkan protokol kesehatan. Apalagi, vaksin covid-19 belum ditemukan hingga hari ini.

    “Mari isolasi secara baik dan mandiri agar tidak menyebabkan penambahan kasus terus-menerus,” ucap dia.

    Baca: 18 Provinsi Sukses Tekan Penambahan Pasien Covid-19

    Wilayah administrasi Jakarta Pusat, DKI Jakarta, menjadi wilayah dengan kasus positif virus korona (covid-19) tertinggi per 100 ribu penduduk di Indonesia. Ini berdasarkan dashboard sistem informasi Bersama Lawan Covid-19 (BLC).
     
    “Jakarta Pusat menjadi kota dengan insiden kasus tertinggi dengan 149,2 orang (per) 100 ribu penduduk,” kata ahli epidemiologi dan informatika penyakit menular dari Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah, di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu, 24 Juni 2020.
     
    Wilayah selanjutnya ialah Jayapura, Papua, dengan 108 kasus positif korona per 100 ribu penduduk. Selanjutnya, Surabaya, Jawa Timur, menjadi tertinggi ketiga dengan 107,6 orang per 100 ribu penduduk.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id