120 Ribu Orang Tak Terdeteksi Masuk Indonesia

    Candra Yuri Nuralam - 19 Februari 2020 18:35 WIB
    120 Ribu Orang Tak Terdeteksi Masuk Indonesia
    Layanan imigrasi di bandara/Istimewa
    Jakarta: Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) melaporkan kesalahan sistem di Bandara Soekarno Hatta. Lebih dari 100 ribu orang masuk di bandara tersebut tak tercatat di Pusat Data Keimigrasian (Pusdakim).

    "Diketahui sejak tanggal 23 Desember 2019 sampai dengan 10 Januari 2020 terdapat 120.661 data perlintasan orang dari Terminal 2F yang tidak terkirim ke server lokal dan server Pusdakim di Ditjen Imigrasi," kata Anggota Tim Gabungan Independen dari Kominfo, Sofyan Kurniawan, di Kantor Kemenkum HAM, Jakarta Selatan, Rabu 19 Februari 2019.

    Menurut dia, hal itu terjadi lantaran kesalahan konfigurasi uniform resource locator (URL) saat perbaruan Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (Simkim) V.1 ke Simkim V.2 pada 23 Desember 2019. Kesalahan diakibatkan pekerja teknis lupa menyambungkan data.

    "Pihak vendor lupa dalam menyingkronkan atau pun menghubungkan data perlintasan pada personal computer (PC) konter Terminal 2F Bandara Soekarno Hatta dengan server lokal Bandara Soekarno Hatta dan seterusnya server di Pusdakim Ditjen Imigrasi," ujar Sofyan.

    120 Ribu Orang Tak Terdeteksi Masuk Indonesia
    Petugas imigrasi menyusun barang bukti hasil Operasi Pengawasan Orang Asing di Direktorat Jenderal Imigrasi, Jakarta/Foto: MI/Mohamad Irfan.

    Dia mengatakan perbaikan Simkim sesuai arahan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) Yasonna Laoly pada 11 Mei 2018. Yasonna meminta perbaikan Simkim di Bandara Soekarno Hatta dengan alasan penambahan kualitas keamanan.

    Menkum HAM, sempat menyinggung pengerjaan Simkim supaya dipercepat. Permintaan itu dilontarkan pada rapat pimpinan terbatas pada 30 September 2019 dan 5 November 2019, namun baru dieksekusi akhir 2019.

    Sofyan mengatakan akibat kesalahan itu pihak imigrasi menjadi kecolongan data 120 ribu orang yang masuk ke Indonesia. Pihaknya sudah melakukan penyidikan terkait hal tersebut ke Bandara Soekarno Hatta.

    "Kami telah memeriksa manifest penerbangan Batik Air, rekaman CCTV Terminal 2F yang dikelola PT. Angkasa Pura II, data log PC konter imigrasi di sana, server lokal Terminal 3 Bandara Soetta, server pusat data keimigrasian Ditjen Imigrasi, dan meminta keterangan dari pihak terkait serta menganalisis bukti surat," ujar Sofyan.

    Sofyan enggan ikut campur terkait hukuman bagi pekerja dalam kesalahan fatal ini. Dia menyerahkan pemberian sanksi kepada Kemenkum HAM.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id