Alasan Pemutakhiran Magnitudo Gempa Nias Barat

    Theofilus Ifan Sucipto - 14 Mei 2021 17:45 WIB
    Alasan Pemutakhiran Magnitudo Gempa Nias Barat
    Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati (kanan)/Medcom.id/Theo.



    Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan alasan pemutakhiran gempa di Nias Barat, Sumatra Utara, dari magnitudo 7,2 menjadi 6,7. Informasi magnitudo 7,2 adalah data awal yang perlu segera disampaikan kepada publik.

    “(Magnitudonya) di-update bukan diralat karena tugas kita memberi informasi sedini mungkin agar segera mungkin penyelamatan,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam telekonferensi, Jumat, 14 Mei 2021.

     



    Dwikorita menyebut sistem informasi gempa dan peringatan dini tsunami di Indonesia serupa dengan Jepang, Australia, dan India. Keempat negara diwajibkan memberi informasi awal bencana secepat mungkin untuk meminimalkan korban jiwa.

    “Di Jepang menit ketiga harus mengeluarkan informasi begitu juga di Indonesia,” ujar dia.

    Baca: Sembilan Gempa Susulan Guncang Nias Barat

    Dwikorita membandingkan sistem informasi keempat negara dengan agensi ilmiah Amerika Serikat (AS) dan Jerman. Kedua negara itu tidak diwajibkan segera mengumumkan informasi awal bencana.

    “Di Amerika (baru diumumkan) menit ke 15 dan Jerman (diumumkan) pada menit 20,” tutur dia.

    Perbedaan tersebut membuat data awal bisa dimutakhirkan. Dwikorita menyebut informasi awal hingga menit ketiga dari BMKG berasal dari 20 sensor. Sedangkan, data utuh baru terlihat sekitar menit ke-15 yang berasal dari ratusan sensor.

    “Kecepatan lebih penting. Kalau kita menunggu stabil menit 15, korbannya sudah terlalu banyak apalagi ini untuk peringatan dini tsunami,” kata Dwikorita.

    Awalnya, gempa di Nias Barat disebut berkekuatan magnitudo 7,2. Kemudian, kekuatan gempa dimutakhirkan menjadi magnitudo 6,7. Kemudian, sembilan gempa susulan mengguncang Nias Barat, Sumatra Utara per pukul 16.00 WIB.

    Dwikorita menyebut gempa susulan berada di rentang magnitudo 3,3 hingga 5,3. Gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

    Pusat gempa terletak pada koordinat 0,2 derajat Lintang Utara (LU) dan 96,69 derajat Bujur Timur (BT), atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 125 kilometer (km) arah Barat Daya Kota Lahomi, Kabupaten Nias Barat, Sumatra Utara pada kedalaman 10 km.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id