3 Berita Populer Nasional, Kerugian Banjir Rob Jakarta Hingga Strategi Densus Antiteror

    Surya Perkasa - 20 November 2020 08:35 WIB
    3 Berita Populer Nasional, Kerugian Banjir Rob Jakarta Hingga Strategi Densus Antiteror
    (Ilustrasi) Banjir rob menggenangi kawasan Pasar Ikan Muara Baru, Jakarta Utara. MI/Galih Pradipta
    Jakarta: Sejumlah berita nasional Medcom.id pada Kamis, 19 November 2020, banyak dicari pembaca. Berita yang paling banyak dibaca publik mulai dari kerugian banjir rob di Jakarta bagian utara, Nahdlatul Ulama mengkritik ceramah berisi cacian, dan Densus 88 Antiteror gandeng organisasi nonprofit pantau aliran dana teroris.

    Berikut tiga berita terpopuler kanal nasional Medcom.id terpopuler, kemarin:

    1. Pengusaha Merugi Puluhan Miliar Rupiah Akibat Banjir Rob

    Pengusaha perikanan terdampak banjir rob di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, selama 3 hari berturut-turut. Usaha mereka merugi puluhan miliar rupiah
     
    Keluhan pengusaha itu diserap oleh Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin. Selain usaha yang merugi, banyak jalan yang rusak akibat banjir itu.
     
    "Tiga hari (kerugian) Rp10 miliar, ya nanti kalau seminggu tinggal kita hitung saja berapa," kata Sudin di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman (PPSNZ) Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu, 18 November 2020.

    Selengkapnya baca di sini.
     

    2. PBNU: Tugas Ulama Bukan Mencaci saat Ceramah

    Para ulama, mubalig, dan kiai wajib menyampaikan hal yang baik saat ceramah. Jangan sampai dakwah menjadi sarana menebar kebencian.
     
    "Tugas kita (ulama) mengajak umat ke yang lebih baik. Mengajak bukan mencaci," kataKetua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Marsudi Syuhud melalui keterangan tertulis, Rabu, 18 November 2020.
     
    Menurut dia, ceramah sejatinya cara menebar kebaikan, bukan cacian. Marsudi meminta para ulama memaknai hal itu, sebab dampak ujaran kebencian saat ceramah bisa merugikan.

    Selengkapnya baca di sini.
     

    3. Densus 88 Cegah Pendanaan Terorisme Lewat NPO

    Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror mencegah pendanaan terorisme melalui nonprofit organization (NPO). Pencegahan dilakukan melalui kerja sama dengan 13 kementerian dan lembaga.
     
    "Ini untuk memperkuat sinergi maupun kerjasama antara Polri dengan berbagai kementerian dan lembaga," kata Deputi Kerja Sama Internasional Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Andhika Chrisnayudhanto melalui keterangan tertulis, Rabu, 18 November 2020.
     
    Andhika menjelaskan penandatanganan mengesahkan pertukaran informasi antara Densus88 dan kementerian/lembaga terkait. Dia menyebut hal itu mendukung penguatan kerangka legislasi yang mengatur mengenai nonprofit organization.

    Selengkapnya baca di sini.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id