Jurus Kemenkes Menangani 1.513 Hoaks Covid-19

    Fachri Audhia Hafiez - 07 April 2021 22:54 WIB
    Jurus Kemenkes Menangani 1.513 Hoaks Covid-19
    Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Widyawati dalam dialog virtual bertajuk 'Melawan Hoaks dan Misinformasi Vaksinasi Covid-19', Rabu, 7 April 2021. Foto: Dok Kemenkes



    Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mencatat ada 1.513 hoaks terkait covid-19 dan 154 terkait vaksinasi. Masalah penyebaran informasi palsu ini ikut menjadi perhatian Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

    "Berita yang valid terkait pandemi covid-19 atau vaksinasi yang ada ini (bisa publik) lihat di kanal resmi di Kementerian Kesehatan," kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Widyawati dalam dialog virtual bertajuk 'Melawan Hoaks dan Misinformasi Vaksinasi Covid-19', Rabu, 7 April 2021.






    Menurut dia, Kemenkes terus pembaharuan informasi terkait pandemi maupun vaksinasi melalui laman resmi dan media sosial. Dia mendorong publik mengakses laman atau media sosial Kemenkes bila ragu dengan informasi yang diterima.

    Baca: WHO: Tidak Ada Alasan Ubah Penilaian Tentang Manfaat Vaksin AstraZeneca

    "Biar enggak sembarangan baca, monggo buka kanal yang ada di Kementerian Kesehatan untuk informasi yang terbaik untuk masyarakat," ucap Widyawati.

    Kemenkes, kata Widyawati, juga bekerja sama dengan Kemkominfo menangkal hoaks. Publik diajak untuk melawan hoaks dengan aktif mengklarifikasi informasi.

    "Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar kalau mau misalnya mereka mau menyebarkan sebuah berita. Saring dulu sebelum sharing," ucap Widyawati.

    Kemkominfo mencatat ada 1.513 hoaks isu covid-19 yang dihimpun dari 23 Januari 2020 hingga 6 April 2021. Sementara itu, ada 154 hoaks terkait vaksinasi covid-19. Sebanyak 113 kasus sudah ditangani penegak hukum.

    Vaksin untuk Indonesia


    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.




    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id