Jokowi Resmikan Gerakan Bangga Buatan Indonesia

    Nur Azizah - 14 Mei 2020 11:54 WIB
    Jokowi Resmikan Gerakan Bangga Buatan Indonesia
    Pengrajin melakukan uji coba ventilator di Industri UMKM Agusta, Kebayoran Lama, Jakarta, Selasa, 14 April 2020. Foto: Antara/Rivan Awal Lingga
    Jakarta: Presiden Joko Widodo meresmikan gerakan Bangga Buatan Indonesia. Gerakan ini tak hanya berisi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tetapi juga industri yang berhasil menciptakan produk asli Indonesia. 

    Salah satu peserta gerakan ini yakni pembuat kit polymerase chain reaction (PCR), rapid diagnostic test, dan ventilator. Ketiga alat untuk penanganan virus korona (covid-19) ini rencananya diproduksi secara massal akhir Mei 2020.

    "Sehingga kita tidak tergantung lagi pada produk-produk impor dari negara lain," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis, 14 Mei 2020.

    Jokowi menyebut selain di bidang kesehatan, masih banyak karya-karya dan produk-produk asli Indonesia yang membanggakan. Beberapa di antaranya produk tekstil, makanan, hingga suvenir.

    "Karya-karya semua anak bangsa ini harus kita apresiasi harus kita hargai harus kita dukung, harus kita beri ruang seluas-luasnya harus kita manfaatkan dan kita gunakan untuk keselamatan dan untuk kemajuan bangsa dan negara kita," ujar Kepala Negara.

    Jokowi meminta masyarakat saling membantu mengembangkan produk-produk dalam negeri. Hal ini penting agar ekonomi UMKM tidak tenggelam.

    "Dengan belanja di usaha kecil di usaha mikro, belanja di usaha ultra mikro dengan membeli karya-karya dan produk-produk Indonesia ekonomi kita tidak terkapar," ujar dia.

    Sementara itu, Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro menyebut kit PCR masuk dalam tahap uji validasi dan registrasi akhir di Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Alat PCR akan diproduksi massal pada akhir Mei sehingga mulai tersedia pada Juni 2020.

    "Kita targetkan akan produksi 50 ribu," kata Bambang di Jakarta Pusat, Senin, 11 Mei 2020.

    Bambang menyampaikan kapasitas industri PCR berbasis peptida sintesis mencapai 100.000 unit per bulan. Selain PCR, ada tiga jenis alat rapid test yang sedang dikembangkan Kemenristek. Namun, butuh satu hingga dua bulan untuk merampungkannya.

    Untuk ventilator, sudah ada empat prototipe yang telah selesai menjalani uji alat oleh Badan Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kemenkes. Prototipe ini tengah menjalani uji klinis.

    Baca: PT Len Mulai Produksi Ventilator

    "Bahkan satu dari empat alat yang dari ITB (Institut Teknologi Bandung) sudah selesai uji klinis. Dan diharapkan bisa segera masuk fase produksi," jelas Bambang.

    Ventilator dari Universitas Indonesia dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) serta PT Dharma masih menyelesaikan uji klinis. Bambang menyebut produksi ventilator dalam jumlah besar segera bisa dilakukan dengan kapasitas produksi 100 unit per pabrik per minggu.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id