comscore

Istana Dukung Proses Hukum Oknum TNI AU Penganiaya Warga Papua

Fachri Audhia Hafiez - 28 Juli 2021 17:51 WIB
Istana Dukung Proses Hukum Oknum TNI AU Penganiaya Warga Papua
Staf Khusus (Stafsus) Presiden Joko Widodo (Jokowi), Angkie Yudistia. Medcom.id /Theofilus Ifan Sucipto
Jakarta: Istana Kepresidenan mendukung proses hukum dua oknum anggota Polisi Militer (PM) TNI Angkatan Udara yang melakukan kekerasan terhadap warga difabel di Marauke, Papua. Aksi kekerasan itu menimpa penyandang disabilitas.

"Kami mendukung setiap upaya penegakan disiplin yang telah dilaksanakan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku di lingkungan TNI," kata Staf Khusus Presiden Angkie Yudistia melalui keterangan tertulis, Rabu, 28 Juli 2021.
Angkie berharap ada pendekatan persuasif kepada kaum difabel. Sekaligus mengedepankan sikap humanis ketika berhadapan dengan masyarakat disabilitas.

"Ada cara-cara yang lebih bijak dalam merespon aktivitas warga disabilitas," ujarnya.

Menurut Angkie, tindakan kedua oknum TNI itu berlebihan. Ia memahami kondisi penyandang disabilitas dengan segala kekurangannya.

"Saya seorang tunarungu/tuli, saya memahami betul bagaimana sulitnya berkomunikasi. Saya memahami perasaan teman-teman disabilitas yang lain di seluruh Indonesia," ucap Angkie.

Baca: TNI AU Minta Maaf dan Tindak Tegas PM yang Lakukan Kekerasan di Merauke

Ia berharap prajurit TNI mampu menjalankan fungsi secara professional dan menjunjung keramahan. Ia juga meminta maaf kepada korban atas insiden yang tidak menyenangkan tersebut.

"Sebagai bagian dari pemerintah dan juga sesama disabilitas, saya meminta maaf atas kejadian ini dan berharap kedepannya tidak terulang peristiwa serupa di kemudian hari," kata Angkie.

Tindak kekerasan yang dilakukan dua Polisi Militer Bandara J Dimara Merauke terhadap seorang warga Merauke, Papua, terekam gawai. Video itu kemudian viral di media sosial.

TNI AU telah meminta maaf kepada korban kekerasan tersebut. Permintaan maaf tersebut disampaikan Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsma Indan Gilang Buldansyah pada Selasa, 27 Juli 2021.

Indan memastikan bakal menindak tegas kedua anggota PM yang melakukan kekerasan itu. Kasus ini sedang diselidiki Polisi Militer Angkatan Udara (Pomau) Lanud Johannes Abraham Dimara Merauke dan kedua pelaku kekerasan sudah ditahan.

(NUR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id