Kemenaker Petakan Target dan Indikator Kinerja 4 Tahun ke Depan

    Gervin Nathaniel Purba - 09 April 2019 18:44 WIB
    Kemenaker Petakan Target dan Indikator Kinerja 4 Tahun ke Depan
    Sekretaris Jenderal Kemenaker Khairul Anwar. (Foto: Dok. Kemenaker)
    Jakarta: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menyusun rencana strategis (renstra) ketenagakerjaan tahun 2020-2024. Penyusunan renstra ini diharapkan dapat memetakan apa saja yang perlu dilakukan Kemenaker sesuai target yang sudah disepakati menjadi indikator kinerja Kemenaker ke depan.

    "Penyusunan renstra secara komprehensif diharapkan bisa memberi manfaat dan membangun komitmen bagaimana menyusun perencanaan ke depan lebih baik," kata Sekretaris Jenderal Kemenaker Khairul Anwar, di Innovation Room Kemenaker, Jakarta, Selasa, 9 April 2019.

    Ada delapan arah kebijakan renstra Kemenaker. Pertama, mengembangkan pasar kerja terbuka bagi sektor-sektor pekerjaan yang bernilai tambah tinggi. 

    Kedua, meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan yang adaptif terhadap teknologi. Khususnya bagi milenial (pendidikan vokasi) dan soft skills.

    Ketiga, pengembangan pusat-pusat pelatihan ketenagakerjaan (lembaga kursus/komunitas) bagi kelompok berpendidikan rendah. 

    Keempat, mengembangkan informasi pasar kerja yang terbuka, menjangkau seluruh daerah, serta potensi permintaan tenaga kerja.

    Kelima, menguatkan relevansi dunia pendidikan dan dunia kerja, baik dari kurikulum, pendidik, sarana dan prasarana, metode pembelajaran, hingga sertifikasi keahlian (SKKNI).

    Keenam, meningkatkan kualitas pekerja migran Indonesia (PMI) pada bidang dan keahlian tertentu, serta pengembangan pasar baru PMI di luar negeri.

    Ketujuh, peningkatan kuantitas dan kualitas hubungan industrial untuk menciptakan iklim ketenagakerjaan yang baik. 

    Kedelapan, peningkatan kapasitas pengawasan ketenagakerjaan untuk meningkatkan iklim ketenagakerjaan yang baik.

    Sementara itu, terkait kewajiban perusahaan untuk wajib lapor ketenagakerjaan (WLK) secara online terjadi peningkatan signifikan terhadap jumlah perusahaan yang wajib lapor ke dalam sistem ketenagakerjaan. 

    Peningkatan jumlah perusahaan yang melapor tersebut menyusul adanya peringatan Kemenaker akhir pekan lalu, agar perusahaan-perusahaan segera melakukan melakukan wajib lapor ketenagakerjaan (WLK) secara online.

    Hingga Senin, 8 April, tercatat 800 perusahaan telah wajib lapor. Padahal, biasanya hanya 240 perusahaan per hari. 

    "Alhamdulillah, meningkat dua kali lipat lebih. Kemarin, ada sekitar 550 perusahaan. Mudahan-mudahan berikutnya bisa terus dipertahankan dan meningkat data perusahaan yang melapor, " katanya. 

    Data perusahaan yang melapor (menampilkan data mendasar identitas ketenagakerjaan di perusahaan dan menjadi obyek awal ketenagakerjaan) notabene merupakan database ketenagakerjaan yang melingkupi data-data Binalattas, Binapenta PKK, PHI Jamsos, dan Pengawasan K3. 

    "Dari data tersebut sangat membantu Kemenaker dan stakeholder perusahaan untuk mendapatkan akses layanan yang baik untuk ketenagakerjaan, " ucap Khairul.



    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id