Ditjen AHU Beri Pelatihan Kepada Calon Notaris

    Medcom - 30 Oktober 2019 16:36 WIB
    Ditjen AHU Beri Pelatihan Kepada Calon Notaris
    ?Ditjen AHU beri pelatihan kepada calon notaris. Foto: Dok. Istimewa
    Jakarta: Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) memberikan pelatikan kepada para calon notaris. Pelatihan ini diberikan untuk meningkatkan kualitas calon notaris dalam menjalankan tugasnya ke depan.

    Dirjen AHU Cahyo R Muzhar mengatakan program pelatihan ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan Kemenkumham melalui Ditjen AHU. Pelatihan ini dilakukan sejak Ujian Pengangkatan Notaris (UPN) sesuai Permenkumham Nomor 62 Tahun 2016 tentang Syarat dan Tata Cara Pengangkatan, Perpindahan, Pemberhentian dan Perpanjangan Masa Jabatan Notaris, dicabut Mahkamah Agung (MA).

    "Ujian pengangkatan notaris pada dasarnya wadah yang netral dalam proses pengangkatan notaris, baik bagi calon notaris lulusan perguruan tinggi negeri maupun swasta, namun karena kebijakan tersebut dicabut berdasarkan putusan dari MA, maka Kemenkumham melalui kebijakannya tetap memprogramkan suatu kegiatan bagi calon notaris melalui pelatihan," kata Cahyo dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu, 30 Oktober 2019.

    Dia menjelaskan pelatihan ini merupakan kewajiban morel dari pemerintah untuk mengangkat notaris yang berkualitas. Selama ini, kata dia, masih banyak notaris  yang tidak menjalankan profesinya secara terhormat, bermartabat, serta profesional. Sehingga sangat merugikan masyarakat.

    "Kurangnya pemahaman, pengertian dan pengetahuan beberapa notaris dalam mengimplementasikan Undang-Undang atau peraturan lain tentang pembuatan akta, menyebabkan meningkatnya laporan masyarakat terkait dugaan pelanggaran jabatan ataupun kode etik yang dilakukan oleh notaris," ujarnya.

    Pelatihan, kata dia, merupakan salah satu syarat calon notaris bisa diangkat menjadi notaris berdasarakan Permenkumham Nomor 19 Tahun 2019 tentang Syarat dan Tata Cara Pengangkatan, Perpindahan, Pemberhentian, dan Perpanjangan Masa Jabatan Notaris. Calon notaris wajib melampirkan sertifikat pelatihan peningkatan kualitas jabatan notaris yang dilakukan Ditjen AHU.

    "Melalui pelatihan ini diharapkan calon notaris mampu, meningkatkan kemampuan calon notaris dalam pembuatan akta autentik yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," jelasnya.

    Cahyo berharap calon notaris juga bisa memahami Online Single Submission (OSS), registrasi pada aplikasi Gathering Reports & Information Processing System (GRIPS), dan pendirian badan hukum (CV, Firma dan PT), pendaftaran fidusia, serta laporan wasiat. 

    Dalam rangka Ease of Doing Business (EODB) atau kemudahan berusaha, lanjut Cahyo, peran notaris saat penting untuk meningkatkan peringkat EODB Indonesia. Terlebih, EODB merupakan program pemerintah untuk membangun kekuatan ekonomi.

    “Notaris merupakan ujung tombak pemerintah dalam program EODB atau kemudahan berusaha yang antara lain strarting business. Notaris harus berperan aktif dalam mendukung kebijakan pemerintah dalam proses pelayanan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik, atau online single submission (OSS) demi meningkatkan EODB Indonesia,” ungkapnya.

    Calon notaris juga harus bisa menerapkan prinsip mengenali pengguna jasa yang menitikberatkan notaris sebagai garda terdepan dalam mengenali transaksi yang di duga mencurigakan dan berkewajiban melakukan pelaporan terhadap transaksi yang diduga mencurigakan melalui aplikasi GRIPS di Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

    "Semoga nantinya para calon notaris mampu menjalankan tugas dan kewajibannya secara maksimal sebagai notaris sesuai dengan etika profesi yang telah diatur dalam ketentuan peraturan perundangundangan khususnya Undang-Undang Jabatan Notaris, yang hasilnya dirasakan bagi masyarakat selaku pengguna jasa," ujar Cahyo.




    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id