Kemunculan Kerajaan Baru Bukan Hal Aneh

    Cindy - 19 Januari 2020 22:27 WIB
    Kemunculan Kerajaan Baru Bukan Hal Aneh
    Direktur Jendral Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid di kawasan FX Sudirman, Senayan Jakarta Pusat, Minggu 6 Agustus 2017. (Foto: MTVN/Ilham Wibowo).
    Jakarta: Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hilmar Farid mengatakan kemunculan kerajaan baru bukan hal aneh. Kerajaan kerap bermunculan dari waktu ke waktu.

    "Kalau kita lihat, sejak 1970-an, kerajaan-kerajaan seperti itu bermunculan," kata Hilmar dikutip dari Antara, Minggu, 19 Januari 2020.

    Hilmar melanjutkan kemunculan kerajaan-kerjaan baru merupakan bentuk ekspresi masyarakat. Mereka ingin mengidentifikasi diri dengan kejayaan masa lalu.
     
    "Tidak ada yang aneh. Cara mengekspresikan bermacam-macam," ucap Hilmar.
     
    Menurutnya, pembentukan kerajaan akan menjadi masalah jika mengumpulkan massa, dana hingga membentuk tentara. Jika hal itu terjadi maka menjadi tanggung jawab kepolisian.
       
    Kerajaan-kerajaan baru yang muncul, kata dia, sebagai kedalaman pengetahuan. Seberapa jauh yang bersangkutan mempelajari sejarah sehingga diramu menjadi hal baru.
     
    "Kalau dari sisi saya, saya tidak menganggap hal itu sebagai masalah kebudayaan. Baru menjadi masalah, ketika memobilisasi massa, mengumpulkan dana atau membentuk tentara," tutupnya.
     
    Sejumlah kerajaan baru bermunculan di Tanah Air, seperti Keraton Djipang di Blora, Keraton Agung Sejagat di Purworejo, hingga Sunda Empire di Jawa Barat.






    (BOW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id