WNI di Suriah

    Mayoritas WNI Eks Teroris Merupakan Kaum Rentan

    Antara - 04 Februari 2020 09:25 WIB
    Mayoritas WNI Eks Teroris Merupakan Kaum Rentan
    Kepala BNPT Suhardi Alius. Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta.
    Jakarta: Pemerintah berupaya memulangkan 600 Warga Negara Indoesia (WNI) eks teroris di Suriah. WNI itu teridentifikasi kaum rentan.

    "Dari jumlah itu, sedang dibahas di tingkat Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, karena banyak di antara mereka adalah anak-anak dan perempuan," kata Komjen Pol Suhardi Alius di Jakarta seperti dilansir Antara, 4 Februari 2020.

    Menurut dia, pemerintah Indonesia punya pengalaman memulangkan warga negara Indonesia bekas pasukan ekstremis pada 2017. Saat itu, mereka yang dipulangkan menjalani program deradikalisasi selama satu bulan.

    "Nah ke depan kami lihat bagaimana dengan adanya UU Terorisme baru ini. Itu yang sedang kami diskusikan saat ini," ujar dia.

    Namun demikian, Suhardi menegaskan pemerintah masih membahas pemulangan ini. Ada koordinasi bersama pihak-pihak terkait, baik antarlembaga terkait di dalam negeri maupun di luar negeri.

    Mayoritas WNI Eks Teroris Merupakan Kaum Rentan

    Suhardi mengakui masalah WNI eks terorisme sangat pelik. Namun, beberapa negara memang sudah menarik warganya dari Suriah.

    “Jerman sudah memulangkan 100 orang lebih, Malaysia sudah tujuh orang, Australia ada sembilan orang dan sebagainya. Nah, yang punya pengalaman itu hadir hari ini sehingga kita bisa saling sharing dan tukar pengalaman mengenai hal tersebut,” kata dia.

    Di sisi lain, Koordinator Hukum dan Keadilan Kriminal Counter-terorism Committee Executive Directorate/CTED), Marc Porret, mengapresiasi koordinasi pemerintah Indonesia. Sebab hal ini menjadi ajang mengumpulkan berbagai kebijakan unggul dalam penanggulangan terorisme dari berbagai negara.

    “Kami berdiskusi dan mengumpulkan banyak sampel dan hasil praktik penanggulangan terorisme yang sudah berjalan baik dari berbagai negara. Juga untuk memperdalam berbagai tantangan yang dihadapi negara-negara di Asia Tenggara dalam menghadapi isu penuntutan, rehabilitasi dan reintegrasi,” ujar dia.

    Porret juga menyampaikan apresiasinya pada Indonesia. Karena Indonesia dinilai memiliki banyak pengalaman bagus dalam masalah penanggulangan terorisme.





    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id