Populer Nasional: Mengenang Artidjo Alkostar Hingga Bukti Korupsi Nurdin Abdullah

    Githa Farahdina - 01 Maret 2021 06:00 WIB
    Populer Nasional: Mengenang Artidjo Alkostar Hingga Bukti Korupsi Nurdin Abdullah
    Anggota Dewas KPK Artidjo Alkostar/MI/Panca Syurkani



    Jakarta: Anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) Artidjo Alkostar meninggal. Hakim Agung fenomenal itu menderita penyakit kompilkasi, yakni ginjal dan jantung.

    Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengenang Artidjo sebagai sosok inspiratif. Hakim yang kerap memperberat hukuman koruptor itu pernah menjadi dosen Mahfud di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.






    “Beliau menginspirasi saya, sehingga saya ikut menjadi dosen karena ada dosen yang hebat seperti Pak Artidjo, wah saya ingin jadi dosen juga,” ujar Mahfud di Jakarta, Minggu, 28 Februari 2021.

    Baca: Mahfud Kenang Artidjo Alkostar, dari Dosen Hingga Merantau ke Amerika

    Mahfud juga bercerita pernah bersama-sama Artidjo di New York. Kebersamaan itu berlangsung hampir satu tahun, ketika keduanya menjadi tamu visiting scholar dari Columbia University New York.

    Berita wafatnya Artidjo menjadi isu terpanas yang dicari pembaca Kanal Nasional Medcom.id. Pengabdian Artidjo sebagai sosok kuat di Indonesia akan selalu dikenang.

    Di sisi lain, pembaca juga mencari informasi tertangkapnya Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah. Ia terjaring operasi tangkap tangan (OTT KPK), Sabtu, 27 Februari 2021.

    Baca: KPK Punya Bukti Kuat Keterlibatan Gubernur Sulsel

    Lembaga Antirasuah menetapkan Nurdin sebagai tersangka. “Kami tegaskan, KPK telah memiliki bukti kuat menurut hukum terkait dugaan tindak pidana korupsi dimaksud,” tegas pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK bidang Penindakan Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Minggi, 28 Februari 2021.

    Nurdin membantah. Ia bahkan bersumpah tak tahu apa-apa.

    Sayangnya, bantahan Nurdin dianggap angin lalu. Lembaga Antikorupsi segera memanggil saksi. KPK mengingatkan siapa yang bakal dipanggil sebagai saksi kooperatif menerangkan fakta-fakta yang diketahui.

    Medcom.id selalu memberikan informasi terkini. Klik di sini untuk mendapatkan berita terbaru dari Kanal Nasional Medcom.id.

    (OJE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id