Jurus Satgas Cegah Covid-19 dalam Evakuasi Banjir Bandang NTT

    Theofilus Ifan Sucipto - 06 April 2021 02:27 WIB
    Jurus Satgas Cegah Covid-19 dalam Evakuasi Banjir Bandang NTT
    Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo. Dok BNPB



    Jakarta: Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyiapkan strategi mencegah penularan covid-19 selama evakuasi banjir bandang di Nusa Tenggara Timur (NTT). Satgas Covid-19 berkaca dari pengalaman evakuasi banjir di Kalimantan Selatan dan gempa di Sulawesi Barat pada awal 2021.

    “Langkah pertama, mengingatkan ke seluruh daerah memisahkan kelompok rentan dengan kelompok muda,” kata Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo dalam telekonferensi di Jakarta, Senin, 5 April 2021.






    Doni menyebut langkah serupa diterapkan di Sulawesi Barat. Awalnya, kasus covid-19 melonjak tinggi pada Desember 2020 dan awal Januari 2021.

    “Tapi karena kepatuhannya cukup bagus dan masyarakat mudah diatur saat pengungsian dipisahkan, kasusnya jadi terkendali,” papar dia.

    Jurus kedua yakni menyediakan dana tunggu hunian sebesar Rp500 ribu per keluarga. Dana itu untuk menyewa rumah warga atau keluarga korban itu sendiri.

    “Semata-mata untuk mengurangi jumlah warga di lokasi pengungsian,” kata Doni.

    Baca: Korban Jiwa Bencana Banjir NTT Bertambah Jadi 86 Orang

    Doni mengatakan upaya selanjutnya menggandeng Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Mereka menyediakan rapid test antigen untuk mendeteksi dini setiap orang yang baru tiba di NTT.

    Kemudian, mengingatkan masyarakat melalui koordinator-koordinator posko tentang gejala covid. Sehingga pengungsi yang merasa mengalami gejala covid-19 bisa melapor dan mendapat penanganan dengan cepat.

    “Besar harapan kami kerja sama di daerah bencana memberi pengalaman yang lebih baik,” ujar Doni.

    Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu menyinggung evakuasi di Kalimantan Selatan. Pasalnya, kasus covid-19 di sana masih terus bertambah sejak pengungsian banjir bandang pada 2021 hingga hari ini.

    “Dua pengalaman itu jadi pelajaran bahwa di tempat pengungsian pun protokol kesehatan harus dipatuhi,” tegas Doni.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id