Jokowi: Transformasi Teknologi Jadi Loncatan Besar bagi Dunia

    Nur Azizah - 12 April 2021 20:18 WIB
    Jokowi: Transformasi Teknologi Jadi Loncatan Besar bagi Dunia
    Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan kampanye Beli Kreatif Danau Toba. Foto: BPMI Setpres



    Jakarta: Presiden Joko Widodo mengatakan transformasi teknologi menjadi loncatan besar bagi dunia ke masa depan. Hal ini disampaikan Jokowi saat membuka Hannover Messe 2021 secara virtual.

    "Di masa pandemi, transformasi teknologi khususnya teknologi digital semakin penting. Transformasi teknologi yang menciptakan momentum, bukan saja membawa dunia keluar dari pandemi, namun sekaligus melakukan lompatan besar ke depan," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin, 12 April 2021.






    Menurut dia, 2045 akan menjadi tahun emas Indonesia. Hal ini menjadi visi besar Indonesia yang diwujudkan melalui industri 4.0. Dia menyebut ekonomi digital dan industri 4.0 Indonesia kini yang tercepat di Asia Tenggara. 

    Baca: Jokowi Sampaikan Duka Mendalam Atas Gempa di Jatim

    "Indonesia memiliki start up sekitar 2.193, kelima terbesar di dunia," ucap Kepala Negara.

    Jokowi menuturkan Indonesia memiliki lima unicorn dan satu decacorn. Industri ini akan berkontribusi pada produk domestik bruto (PDB) Indonesia sekitar US$133 miliar di 2025.

    "Didukung 185 juta penduduk yang memiliki akses internet, terbesar keempat di dunia. Kemajuan industri 4.0 akan menjadikan Indonesia top 10 ekonomi global di 2030," ucap Jokowi.

    Presiden mengajak Jerman, tuan rumah Hannover Messe, bermitra mewujudkan transformasi digital di Indonesia. Indonesia telah menyiapkan peta jalan implementasi making Indonesia 4.0. 

    "Terdapat 3 hal utama, yang pertama. Di era industri 4.0 penguatan SDM adalah kebutuhan. Tantangannya adalah penyiapan SDM yang mampu menghadapi tantangan masa depan. Tantangan big data, artificial intelligence, internet of things," jelas dia.

    Selain itu, iklim investasi yang kondusif bagi industri 4.0 harus diwujudkan. Pembenahan iklim investasi membutuhkan reformasi struktural.

    "Yang ketiga, investasi pada pembangunan hijau. Pandemi ini momentum untuk mendorong pembangunan hijau. Potensi ekonomi hijau atau pembangunan hijau sangatlah besar. Peluang bisnis sebesar US$10,1 triliun. Peluang 395 juta lapangan pekerjaan baru hingga 2030," kata Jokowi. 

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id