KPC-PEN: KPK Melarang Vaksinasi Mandiri di Fasilitas Kesehatan Pemerintah

    Fachri Audhia Hafiez - 18 Februari 2021 15:20 WIB
    KPC-PEN: KPK Melarang Vaksinasi Mandiri di Fasilitas Kesehatan Pemerintah
    Vaksin covid-19 dari Sinovac dinyatakan manjur 78 persen. Foto: AFP



    Jakarta: Kajian Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pelaksanaan vaksinasi covid-19 mandiri atau gotong royong menghasilkan sejumlah rekomendasi. Salah satunya, kegiatan itu tidak boleh diselenggarakan di fasilitas kesehatan milik pemerintah.

    "Ada sejumlah rekomendasi KPK yang telah disepakati oleh pemerintah antara lain, penyuntikan vaksin gotong royong tidak dilakukan di fasilitas kesehatan milik pemerintah, termasuk vaksinatornya," kata Koordinator PMO Komunikasi Publik Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Arya Sinulingga, dalam keterangan tertulis, Kamis, 18 Februari 2021.




    Rekomendasi lain, yakni proses pengadaan diatur secara detail dan transparan. Kemenkes akan bertindak sebagai regulator dalam hal pengadaan, distribusi, dan pelaksanaannya.

    "Jadi kendali data tetap ada di Kemenkes," ujar Arya.

    Kemudian, program itu dilakukan setelah vaksinasi tahap pertama untuk tenaga kesehatan selesai dan setelah vaksinasi tahap kedua untuk petugas publik berjalan. Merek vaksin yang digunakan tidak sama dengan vaksinasi gratis pemerintah.

    Baca: Ombudsman Kaji Tata Kelola Vaksinasi DKI

    Larangan merek vaksin ini, kata Arya, untuk menghindari kekhawatiran jika vaksin gotong royong nantinya mengambil jatah vaksin pemerintah. Pemerintah dipastikan telah mengamankan kuota vaksin untuk program vaksinasi gratis.

    Dia mengatakan pemerintah mendengar aspirasi publik soal program vaksinasi mandiri. Masyarakat dipersilakan memberi masukan terkait vaksinasi mandiri ini.

    "Dalam proses pembuatan regulasi vaksin gotong royong tersebut, selain berkonsultasi dengan KPK, pemerintah juga terbuka terhadap aspirasi yang masuk dari masyarakat," ujar Arya.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id