Jokowi Maklumi Kegaduhan, Asal Melawan Pemburu Rente

    Misbahol Munir - 09 Januari 2016 06:48 WIB
    Jokowi Maklumi Kegaduhan, Asal Melawan Pemburu Rente
    Presiden Joko Widodo. Foto: MI/RAMDANI.
    medcom.id, Jakarta: Presiden Joko Widodo mengundang berbagai organisasi relawan yang mengawal dan mengusung dirinya pada Pemilu Presiden 2014. Pertemuan tersebut dilakukan pada Kamis, 7 Januari lalu di Kompleks Istana Kepresidenan.

    Seorang relawan dari unsur Komunitas Alumni Perguruan Tinggi, Juanito Jamal mengatakan, Jokowi menyampaikan banyaknya pekerjaan rumah (PR) yang harus segera diselesaikan dalam kepemimpinannya. Mulai dari infrastruktur jalan, beberapa konsesi pembangunan jalan tol, dan listrik yang lima tahun terakhir nyaris tanpa progres. Jokowi juga berencana mencabut pembangkit listrik yang tidak jalan.

    "Saya akan meninjau langsung ke lapangan. Tidak hanya sekali, tapi beberapa kali agar semua hambatan bisa diselesaikan melalui putusan lapangan," cerita Juanito yang juga diundang saat menirukan pernyataan Jokowi, Jumat (8/1/2016).

    Hambatan birokrasi pasti ada. Karena itu, perlu terobosan dan dibutuhkan menteri yang bernyali serta berani. Jokowi, kata Juanito, akan memaklumi kegaduhan yang dilakukan para menterinya. Asalkan kegaduhan itu demi melawan mafia dan pemburu rente.

    "Tapi jangan buat gaduh semata-mata untuk membela kroninya. Rakyat nantinya akan tahu motif di balik kegaduhan yang dibikin menteri. Mana yang berpihak pada kepentingan rakyat atau tidak," kata Juanito yang kembali menirukan pernyataan Jokowi.

    Jokowi dalam pertemuan, disebut Juanito justru bersyukur dengan kegaduhan yang dilakukan anggota Kabinet Kerja. "Kegaduhan ini justru akan memudahkan mengevaluasi menteri. Karena semuanya menjadi terbuka baik kelompok, motif maupun cara kerjanya," lanjut Juanito.

    "Yang penting menteri-menteri itu punya visi yang sama. Dan Saya (Presiden) sudah membagikan buku saku Nawa Cita sebagai acuan," kata Jokowi seperti ditirukan Juanito.

    Karena itu, lanjut Juanito, Jokowi meminta para relawan ikut memonitoring kinerja menteri-menteri untuk menjalankan nawacita yang harus dijalankan dalam program kementerian.

    Juanito mengatakan, menjalankan Nawa Cita harus dengan hati tulus, dan bebas kepentingan. Kuncinya keberpihakan terhadap rakyat banyak dan paling penting adalah mempunyai leadership (kepemimpinan). Leadership jauh lebih penting daripada kompetensi.

    "Karena dengan leadership mengumpulkan ahli-ahli yang kompeten dan kapabel justru lebih mudah. Tugas menteri adalah membantu presiden, bukan menambah beban Presiden," tegas Juanito.

    Acara makan siang itu dihadiri beberapa organ relawan. Selain Komunitas Alumni Perguruan Tinggi, tampak hadir relawan RPJB, Seknas Jokowi, PIR, Almisbat, Bara JP, Duta Jokowi, Kornas Jokowi, GETAR, JNIB, KIB, Joman, Pos Raya, dan Projo.
     

    (DEN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id