Orangtua dan Saksi Pelecehan Seksual di Depok Ikut Direhabilitasi

Intan Yunelia - 12 Juni 2018 15:32 wib
Komisioner bidang Pendidikan KPAI, Retno Listyarti di Kantor
Komisioner bidang Pendidikan KPAI, Retno Listyarti di Kantor KPAI Jakarta, Selasa, 12 Juni 2018, Medcom.id/Intan Yunelia.

Jakarta: Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI ) akan mengadakan pertemuan dengan Pemerintah Kota Depok usai libur Idulfitri. Pertemuan membahas tindak lanjut penanganan anak korban pelecehan seksual di sebuah sekolah dasar di Depok, Jawa Barat.

"Setelah lebaran nanti yang akan dibicarakan soal rehabilitasi anak-anak yang menjadi korban, termasuk anak yang menjadi saksi.  Semua harus direhab karena mereka semua trauma," kata komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti kepada medcom.id, di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa 12 Juni 2018.

Proses rehabilitasi bukan saja menyasar kepada si anak. Melainkan juga kepada orangtua, sebab mereka pun turut trauma tak siap dengan musibah yang diterima anaknya.

"Jadi trauma korban bisa di disembuhkan, jika trauma si ibu juga disembuhkan. Karena si ibu harus mendampingi anak ini," terang Retno.

Mantan kepala sekolah SMAN 3 Setiabudi, Jakarta Selatan ini melanjutkan rehabilitas akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Proses rehabilitasi dilakukan kepada orangtua korban terlebih dahulu baru kemudian si anak.

"Karena masa rehab menurut saya panjang ini baik rehab untuk anak atau si  ibunya," tegas mantan Gurus SMAN 13 Jakarta ini.

Baca: Minta Bantuan Rehabilitasi, KPAI Bersurat Kepada Rektor UI

Sebelumnya, Seorang oknum guru sekolah dasar di Depok dilaporkan ke kepolisian oleh sejumlah wali murid karena diduga melakukan pelecehan seksual terhadap belasan murid laki-laki. Modusnya, murid laki-laki diminta untuk mengikuti perintah oknum guru.

Jika tidak mengikuti, murid diancam dengan diberikan nilai yang jelek. Kejadian tersebut terjadi di kelas, siswa diminta membuka celananya.  "Modus yang juga dilakukan adalah mengajak anak-anak berenang dan jalan-jalan," sebut Ketua KPAI, Susanto.

Sehubungan dengan penanganan kasus ini oleh Polresta Depok, maka Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), menurunkan tim untuk melakukan pengawasan langsung ke kepolisian untuk mendalami kasus sekaligus meminta perkembangan penanganan kasusnya oleh Polresta Depok.

Tim terdiri dari Susanto (Ketua KPAI) dan Retno Listyarti (Komisioner bidang Pendidikan). “KPAI juga akan bertemu pelaku untuk mendalami profil guru sebelum dan selama menjadi pendidik,”ujar Susanto.
 


(CEU)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.