Penghina TNI saat Kamisan Ditangkap

    Kautsar Widya Prabowo - 07 Maret 2019 08:50 WIB
    Penghina TNI saat Kamisan Ditangkap
    Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal.
    Jakarta: Pelaku penghinaan terhadap institusi TNI, RR, ditangkap polisi, pada Kamis, 7 Maret 2019, sekitar oukul 00.30 WIB. RR ditangkap karena orasinya saat aksi Kamisan, di depan Istana Negara, Jakarta, yang menghinda penguasa atau badan umum. 

    "Tersangka di bawa ke Direktorat Tindak Pidana Siber untuk pemeriksaan," kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Kamis, 7 Maret 2019. 

    Dedi menuturkan, pihaknya belum mengetahui motif RR melakukan tindakan tersebut. Kini, RR tengah diperiksa untuk diketahui motif pelaku. 

    Atas perbuatanya, RR dikenakan Pasal 45 A ayat (2) Jo 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 207 KUHP. 

    Terkait dugaan tindak pidana menyebarkan informasi yang ditunjukan untuk meninbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dana tau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), dan/atau Berita bohong (hoaks), dan/atau penghinaan terhadap penguasa atau badan umum yang ada di Indonesia. 

    Seperti diketahui, beredar video saat RR berorasi di depan Istana. Dalam video tersebut, ia menyanyikan mars ABRI dengan mengubah lirik.

    Namun, RR segera mengklarifikasi dan meminta maaf usai video dirinya saat berorasi viral. Berikut klarifikasi dan permintaan Robert dalam video yang beredar:

    Saya Robertus Robert, belakangan ini beredar sebuah video saya di media sosial saya menerima banyak reaksi dan keberatan. Oleh karena itu, saya ingin menyampaikan beberapa klarifikasi:

    -Pertama
    Lagu dalam orasi tersebut bukan lagu saya juga bukan saya yang membuat. Melainkan sebuah lagu yang populer saat gerakan mahasiswa di Tahun 1998.
    -Kedua
    Asal usul lagu tersebut sebenarnya juga sudah saya jelaskan dalam pengantar saya dalam orasi tersebut. Namun sayangnya tidak ada dalam rekaman video tersebut.
    -Ketiga
    Lagu itu dimaksudkan sebagai kritik saya terhadap ABRI di masa lampau, bukan terhadap TNI di masa kini. Sekali lagi saya ulangi lagu itu dimaksudkan kritik saya terhadap ABRI di masa lampau bukan di TNI di masa kini, apalagi dimaksudkan menghina profesi organisasi institusi TNI.

    Sebagai dosen saya sungguh tahu persis upaya-upaya reformasi yang sudah dilakukan TNI dan dalam banyak hal. Saya justru memuji dan memberikan apresiasi upaya-upaya reformasi yang dilakukan TNI yang lebih maju dibandingkan yang lainnya.

    Demikianlah penjelasan saya, semoga dengan penjelasan saya ini saya bisa menjernihkan berbagai macam reaksi, namun apabila ada yang menganggap itu suatu kesalahan yang menimbulkan kesalahpahaman saya mohon maaf.




    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id