Promosi Transportasi Daring Perlu Diatur

    Theofilus Ifan Sucipto - 21 Juni 2019 14:53 WIB
    Promosi Transportasi Daring Perlu Diatur
    Ojek online. Ilustrasi: Medcom.id/Rakhmat Riyandi.
    Jakarta: Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) diminta membuat regulasi terkait teknik promosi transportasi berbasis aplikasi daring. Promosi yang dilakukan aplikator dinilai memiliki maksud terselubung.

    "Itu (promosi) jadi pintu masuk untuk menutupi perang harga. Perang harga disamarkan dalam promosi yang sifatnya berkepanjangan," kata ekonom dari Universitas Indonesia (UI) Harryadin Mahardika dalam diskusi di Restoran Beautika, Jakarta Pusat, Jumat, 21 Juni 2019.

    Harryadin mengatakan idealnya promosi dilakukan dengan tujuan mengembalikan angka permintaan (demand) dari konsumen. Promosi yang dilakukan, terang dia, seharusnya memiliki durasi dan berkenaan dengan acara tertentu.

    Dia mencontohkan promosi yang biasa dilakukan menyambut hari pencoblosan pemilihan umum (pemilu) atau hari ulang tahun (HUT) Indonesia setiap 17 Agustus. Durasi promosi biasanya berlangsung selama satu hingga tiga hari.

    "Kalau alasannya untuk menarik konsumen baru, itu tidak bisa dijadikan alasan promosi. Itu tidak ada bedanya dengan menurunkan harga," ujar Harryadin.

    KPPU, lanjut dia, harus berperan mengatur teknis promosi seperti besaran diskon dan durasi promosi. Jika terus dibiarkan, hal itu bakal berdampak pada konsumen pengguna ojek dan taksi daring. 

    Baca: KPPU Diminta Pantau Diskon Transportasi Berbasis Aplikasi

    Harryadin mengatakan pemerintah juga harus memberi pemahaman pada pengguna aplikasi, seperti Grab dan Go-Jek, mengenai promosi. Pasalnya, pengguna cenderung memilih aplikator yang menawarkan tarif murah.

    Menurut dia, jika promosi tidak sehat terus dilakukan dan salah satu aplikator mati, hal itu menyebabkan monopoli. Sistem monopoli memungkinkan aplikator mengontrol tarif sesukanya.

    "Kewajiban regulator memberi pengertian bahwa tidak selamanya yang dinikmati sekarang bakal dinikmati dalam jangka panjang," pungkas Harryadin.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id