Keunggulan dan Kelemahan Kaltim Jadi Ibu Kota Baru

    Arga sumantri - 23 Agustus 2019 19:53 WIB
    Keunggulan dan Kelemahan Kaltim Jadi Ibu Kota Baru
    Ilustrasi. (Foto: Shutterstock).
    Jakarta: Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil keceplosan menyebut Kalimantan Timur jadi lokasi tujuan ibu kota baru. Kendati belakangan ia meralat, dan menyebut Kaltim adalah lokasi alternatif ibu kota baru.

    Presiden Joko Widodo tak menepis secara lugas pernyataan Sofyan. Jokowi hanya menegaskan kalau pemindahan ibu kota masih menunggu kajian baru. 

    Jokowi mengungkapkan penentuan lokasi yang cocok sebagai calon ibu kota baru masih terkendala dua kajian. Pemerintah juga masih menimbang aspek ketahanan bencana, daya dukung lingkungan, ketersediaan air, lahan infrastruktur, keekonomian, hingga keamanan.

    Terlepas dari itu, potensi Kaltim sebagai calon ibu kota baru patut diulas. Legislator asal daerah pemilihan (Dapil) Kaltim Mahyudin mengatakan, Kaltim punya modal kuat menjadi ibu kota, contohnya infrastruktur. 

    "Sudah ada bandara internasional, ada jalan tol, lahan tersedia," kata Mahyudin kepada Medcom.id, Jumat, 23 Agustus 2019.

    Menurut Mahyudin, kondisi masyarakat yang heterogen juga menjadi nilai tambah. Ia mengistilahkan Kaltim sebagai miniaturnya Indonesia. "Semua suku ada di Kaltim." 

    Selain itu, ketersediaan air dan energi di Kaltim sangat mendukung. Listrik pun tak ada masalah.

    Merujuk data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), kondisi infrastruktur memang jadi kelebihan Kaltim sebagai calon ibu kota baru. Kaltim dekat dengan bandara besar di Balikpapan dan Samarinda, yaitu Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepingan dan Bandara Internasional Aji Pangeran Tumenggung Pranoto. 

    Lalu, Kaltim dekat dengan jalan tol Balikpapan-Samarinda dan Pelabuhan Semayang, Kecamatan Prapatan. Ketersediaan infrastruktur seperti jaringan, energi, dan air bersih juga dinilai memenuhi syarat. 

    Selanjutnya, struktur demografi di Kaltim sudah heterogen lantaran sebagian penduduknya merupakan pendatang. Kaltim juga terletak di lokasi delineasi yang dilewati oleh LKI II disekitar selat Makassar.

    Secara Geografi, Kaltim dinilai bebas dari potensi bencana alam seperti gempa bumi dan kebakaran hutan. Kaltim juga tidak berbatasan langsung dengan batas negara. 

    Selanjutnya, wilayah Kaltim memiliki ketersediaan lahan dengan status APL atau area bukan kawasan hutan produksi dengan HTI dan hutan produksi yang bebas konsesi.

    Kelemahannya, Kalimantan Timur rawan banjir, khususnya pada wilayah yang dekat dengan hulu DAS (Daerah Aliran Sungai) dan ketersediaan sumber daya air tanah rendah. Sedangkan, menurut Mahyudin, kelemahan lain dari Kaltim adalah topografi lahan perbukitan. 

    "Semacam pekerjaan seperti pemotongan, urugan, sedikit biaya (lebih) di situ," ungkap politikus Golkar itu. 



    (HUS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id