comscore

Mengenal Mohammad Yamin, Penulis Naskah Sumpah Pemuda

Sri Yanti Nainggolan - 26 Oktober 2021 07:00 WIB
Mengenal Mohammad Yamin, Penulis Naskah Sumpah Pemuda
Mohammad Yamin. Sumber: Wikimedia Commons
Jakarta: Terdapat 10 tokoh penting dalam pencetusan Hari Sumpah Pemuda saat Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928. Salah satunya adalah penulis naskah Mohammad Yamin. 

Dilansir dari laman Museum Sumpah Pemuda, terdapat tiga kali rapat dalam Kongres Pemuda II. Rapat pertama yang dilaksanakan Sabtu, 27 Oktober 1928, digelar di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Lapangan Banteng, Jakarta. Kemudian, rapat kedua digelar Minggu, 28 Oktober di Gedung Oost-Java Bioscoop.
 
Selama dua kali rapat tersebut belum ada pembahasan tentang Sumpah Pemuda. Gagasan Sumpah Pemuda muncul dari secarik kertas Mohammad Yamin di hari ketiga kongres.
Kertas itu berisi kata Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa Indonesia. Trilogi ini tercetus secara misterius dari Mohammad Yamin.
 
Kala itu gagasan yang kemudian disetujui peserta itu disebut sebagai Ikrar Pemuda. Baru beberapa waktu setelah kongres, Mohammad Yamin mengubahnya menjadi Sumpah Pemuda.

Profil Mohammad Yamin

Mohammad Yamin lahor di Talawi, Sawahlunto, Sumatra Barat, pada 24 Agustus 1903. Ia merupakan putra dari pasangan Usman Baginda Khatib dan Siti Saadah. Ia meninggal pada 17 Oktober 1962.

Mohammad Yamin mengenyam pendidikan dasar di Hollandsch-Inlandsche School (HIS) Palembang, kemudian melanjutkannya ke Algemeene Middelbare School (AMS) Yogyakarta. 

Baca: Sumpah Pemuda Sempat Berubah Beberapa Kali, Begini Isinya

Mohammad Yamin sempat ingin bersekolah ke Leiden, Belanda, namun tak bisa karena ayahnya meninggal dunia. Ia pun menjalani kuliah di Rechtshoogeschool te Batavia (Sekolah Tinggi Hukum di Jakarta, yang kelak menjadi Fakultas Hukum Universitas Indonesia). Ia berhasil memperoleh gelar Meester in de Rechten (Sarjana Hukum) pada tahun 1932.

Karier politik Mohammad Yamin

Karier politik Yamin dimulai ketika ia masih menjadi mahasiswa di Jakarta. Berdasarkan Menjadi Indonesia (2006) karya Parakitri Tahi Simbolon, ketika itu ia bergabung dalam organisasi Jong Sumatranen Bond dan menyusun Ikrar Sumpah Pemuda yang dibacakan pada Kongres Pemuda II. 

Dalam ikrar tersebut, Mohammad Yamin menetapkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional Indonesia. Bahasa Indonesia sendiri berasal dari Bahasa Melayu. 

Mohammad Yamin bersama teman-temannya. Sumber: Wikipedia
Mohammad Yamin bersama teman-temannya. Sumber: Wikimedia Commons

Mohammad Yamin juga mendesak supaya Bahasa Indonesia dijadikan sebagai alat persatuan. Setelah kemerdekaan, Bahasa Indonesia pun menjadi bahasa resmi serta bahasa utama dalam kesusasteraan Indonesia.

Pada 1942, setelah lulus, Mohammad Yamin tercatat sebagai anggota Partai Indonesia (Partindo). Setelah Partindo bubar, ia bersama Adenan Kapau Gani dan Amir Sjarifoeddin mendirikan Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo). Tahun 1939, ia terpilih sebagai anggota Volksraad yang merupakan dewan perwakilan rakyat Hindia Belanda. 

Pada tahun 1945, Mohammad Yamin terpilih sebagai anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). 

Halaman Selanjutnya
Pelopor Hak Asasi Manusia di…






Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id