Diduga Curang, Peserta CASN di Buol Menolak Pindah Tempat Duduk

    Fachri Audhia Hafiez - 26 Oktober 2021 11:41 WIB
    Diduga Curang, Peserta CASN di Buol Menolak Pindah Tempat Duduk
    ilustrasi/medcom.id



    Jakarta: Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo menerima laporan terkait dugaan kecurangan dalam seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2021 Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng). Salah satunya kecurigaan terkait peserta yang enggan pindah dari tempat duduk tes.

    "Peserta diminta pindah duduk, tetapi yang bersangkutan tidak mau pindah dari PC (personal computer) tersebut," kata Tjahjo melalui keterangan tertulis, Selasa, 26 Oktober 2021.

     



    Tjahjo menuturkan dugaan kecurangan bermula dari munculnya software remote akses PC yang digunakan peserta. Software itu juga bisa diakses dari luar lokasi ujian.

    "Software ini dipasang oleh Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) bersama dua orang lainnya pada malam hari," ujar Tjahjo.

    Bukti rekaman kamera pengintai atau CCTV saat install software tersebut sudah dihapus. Namun, Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bakal mengembalikan rekaman tersebut.

    Tjahjo melanjutkan pengawas di lokasi tes menyadari PC yang digunakan peserta untuk yang diisi software tersebut sempat terjadi blue screen. Lalu, peserta menolak pindah dari PC itu yang bermasalah itu

    Baca: Ada Dugaan Kecurangan Seleksi CASN 2021 di Buol Sulteng, Ini Respons BKN

    "Posisi duduk di komputer ini sudah diatur atau diarahkan sebelumnya oleh panitia lokal terlihat hasil rekaman CCTV," ujar Tjahjo.

    Berdasarkan jejak audit atau audit trail yang lebih mendalam, peserta diketahui menyimak dan menjawab soal dengan cepat. Peserta tersebut menampilkan 30 soal dalam hitungan rata-rata 7 detik dan menjawab soal dalam hitungan rata-rata 8 detik.

    "Ini sangat tidak mungkin terjadi, karena rata-rata waktu bagi peserta minimal 50-54 detik. Artinya dengan waktu yg begitu pendek, tidak mungkin orang bisa membaca soal bisa sangat cepat. Ini terjadi juga di soal-soal Tes Intelegensi Umum (hitungan)," terang Tjahjo.

    Menurut Tjahjo, peserta yang menggunakan komputer tersebut hanya menampilkan soal. Kemudian dijawab oleh tim diluar lokasi.

    "Itu sebabnya bisa dilakukan dengan sangat cepat. Karena, ada dugaan tidak dilakukan oleh satu orang, tetapi dalam bentuk tim yang bertugas membantu menjawab soal-soal ujian," kata Tjahjo.

    Tjahjo mendorong pelaku kecurangan ditindaklanjuti. Dia mendorong adanya sanksi pidana.

    "Saya usul disamping sanksi administrasi, dipidanakan bila mungkin atau ada dasar hukumnya. Tapi keputusan di Menpan dan saya sebagai Menpan RB sangat setuju peserta CASN didiskualifikasi dan proses pidana sampai tuntas," ujar Tjahjo.

    Sebelumnya, Kepala BKN Bima Haria Wibisana membenarkan adanya kecurangan dalam tes CASN di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. Terlihat dari rekaman CCTV, ada orang-orang yang tidak berwenang memasuki ruang ujian pada malam hari dan Kepala BKPSDM Kabupaten Buol yang memiliki kunci ruang ujian.

    (NUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id