Catat! ASN Kini Wajib Memutakhirkan Data Secara Mandiri

    Fachri Audhia Hafiez - 24 Mei 2021 20:46 WIB
    Catat! ASN Kini Wajib Memutakhirkan Data Secara Mandiri
    Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana dalam Kick Off Meeting Pemutakhiran Data Mandiri ASN dan PPT Non ASN secara virtual, Senin, 24 Mei 2021. Istimewa



    Jakarta: Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana menginstruksikan seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk memutakhirkan data pribadi. Sehingga, pelayanan ASN di semua instansi berjalan optimal.

    Pemutakhiran data melalui sistem aplikasi pelayanan kepegawaian atau My SAPK. Pembaruan data itu dilakukan secara mandiri.

     



    "Anda bisa memperbaiki bahkan memutakhirkan setiap waktu terjadi perubahan data. Jadi tidak perlu menunggu," ujar Bima dalam Kick Off Meeting Pemutakhiran Data Mandiri ASN dan PPT Non ASN secara virtual, Senin, 24 Mei 2021.

    Pemutakhiran data menjadi tanggung jawab masing-masing ASN. Pembaruan data bakal berpengaruh terhadap layanan kepegawaian yang didapatkan ASN.

    "Apabila data anda mutakhir, tentu tidak akan menjadi alasan pelayanan kepegawaian menjadi lambat. Tetapi pelayanan kepegawaian itu bisa menjadi lambat apabila data anda tidak mutakhir," ujar Bima.

    Baca: PNS Kerja di Rumah Baru Bisa Diterapkan 20 Tahun Lagi

    Bima menuturkan data kepegawaian dalam satu aplikasi itu akan menjadi data nasional. Sekaligus, berkontribusi terhadap akurasi data base ASN yang dikelola BKN.

    "Dengan menjadi single-sign-in BKN menjadi pintu masuk untuk berbagai aplikasi dan layanan dalam pemerintahan," ucap Bima.

    Melalui aplikasi tersebut, ASN akan memiliki alamat email ofisial. BKN bakal menghilangkan penggunaan email umum seperti Gmail.

    "Gmail atau Yahoo mail ini memang bisa digunakan tapi tidak bisa menjadi akuntabel karena isinya bisa saja digunakan untuk apa saja. Tetapi kalau official email ini hanya akan digunakan untuk kepentingan kerjaan," terang Bima.

    Baca: Pemerintah Buka Opsi PPPK Mendapat Tunjangan Pensiun

    Dia juga mendorong ASN untuk segera mungkin memperbarui data bila ada perubahan. Misalnya, perubahan nomor ponsel untuk segera dimutakhirkan melalui aplikasi.

    "Ini digunakan juga sebagai alasan keamanan. Kalau berubah bisa saja orang lain yang mengubah nomor handphone tersebut," kata Bima.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id