Walhi Desak Pemerintah Setop Impor Sampah

    Arga sumantri - 28 Agustus 2019 15:00 WIB
    Walhi Desak Pemerintah Setop Impor Sampah
    Petugas menunjukkan kertas bekas (waste paper) impor yang dikirim dari Australia di lapangan penumpukkan kontainer. Foto: Antara/Didik Suhartono
    Jakarta: Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menolak sampah impor. Manajer Kampanye Urban dan Energi Walhi Dwi Sawung meminta pemerintah menyetop sampah impor

    "Kami sebenernya setuju sudahlah kita enggak usah menerima impor sampah," kata Dwi kepada Medcom.id, Rabu, 28 Agustus 2019. 

    Menurut Dwi, impor yang masuk seperti serat kertas dan plastik hanya berisi sampah. Masuknya barang bekas itu hanya menjadikan Indonesia sebagai penampungan sampah negara maju.

    Menurut Dwi, pemerintah sebaiknya mengelola sampah yang ada di Indonesia. Toh, sampah tersebut selama ini juga tidak terkelola dengan baik. 

    "Kalau sampah di Indonesia terkelola, industri pengolahan di kita enggak perlu lagi impor bahan baku dari luar," ungkapnya. 

    Dwi mengatakan menyetop aliran sampah impor bisa dengan cara pengetatan regulasi. Sebab, aturan yang berlaku saat ini belum bisa membuat sampah impor berkurang. 

    Aturan mengenai sampah impor tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 31 Tahun 2016 tentang Ketentuan Impor Limbah Non Bahan Beracun Berbahaya (B3). Regulasi ini harus diperketat.

    "Sekarang katanya toleransinya (sampah impor) lima persen. Ya, sudah toleransinya (dijadikan) nol persen. Kalau memang sulit langsung nol persen, 0,005 persen," beber Dwi.

    Pengawasan masuknya limbah impor juga harus diperketat. Pihak pelabuhan harus tegas mengembalikan lagi limbah impor tersebut bila tidak sesuai aturan.

    "Kalau enggak, akan selalu terulang sampah plastik menyusup. Karena memang dari sananya juga mereka mencari tempat untuk membuang sampah," ujarnya. 

    Presiden Joko Widodo meminta permasalahan sampah impor ditangani serius. Negara-negara maju sudah banyak yang mengimpor sampah dan limbah ke negara-negara berkembang.

    Namun, Jokowi mengingatkan permasalahan ini harus disikapi dengan hati-hati. Dia mengakui impor, terutama serat kertas dan plastik, dapat memenuhi kebutuhan bahan baku industri. Tapi, sampah dan limbah yang masuk ke Indonesia berpotensi merusak lingkungan jika tidak dapat didaur ulang.





    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id