Imbas Mudik, 6 Provinsi di Jawa Menduduki Urutan Teratas Lonjakan Kasus Covid-19

    Andhika Prasetyo, Media Indonesia.com - 16 Juni 2021 01:12 WIB
    Imbas Mudik, 6 Provinsi di Jawa Menduduki Urutan Teratas Lonjakan Kasus Covid-19
    Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. DOK BPMI Setpres



    Jakarta: Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan seluruh provinsi di Jawa menempati urutan teratas lonjakan kasus aktif mingguan. Peringkat pertama diduduki DKI Jakarta dengan penambahan 7.132 kasus.

    Disusul Jawa Tengah naik 4.426 kasus, Jawa Barat bertambah 2.050 kasus, Yogyakarta 973 kasus, Jawa Timur 939 kasus, dan Banten 440 kasus. Kenaikan signifikan tersebut imbas tingginya mobilitas masyarakat, terutama mudik.

     



    "Kenaikan kasus ini terjadi pada daerah tujuan mudik seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Banten, dan Jawa Barat. Daerah asal pemudik yaitu DKI Jakarta juga mengalami lonjakan parah," ujar Wiku di Jakarta, Selasa, 15 Juni 2021.

    Sementara itu, sejumlah provinsi mengalami penurunan kasus sepekan terakhir. Wiku menyebut capaian itu mesti terus dipertahankan dan ditingkatkan.

    (Baca: Satgas: Operasi Yustisi Digencarkan untuk Kendalikan Kasus)

    Daerah-daerah yang mengalami penurunan kasus diimbau membantu wilayah tetangga. Bantuan berupa membuka fasilitas pelayanan kesehatan bagi pasien-pasien yang berasal dari wilayah tetangga.

    "Sebagai contoh, provinsi-provinsi yang memungkinkan melakukannya seperti Sulawesi Utara dan Sulawesi Barat karena mengalami penurunan kasus," tutur Wiku.

    Kedua provinsi itu dapat membantu wilayah tetangga yang masih mengalami kenaikan kasus. Seperti Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah.

    "Bantuan dapat berupa logistik, sarana prasarana, dan lainnya sesuai kebutuhan," ujar Wiku.

    Dia menyebut dalam kondisi saat ini seluruh pihak mesti fokus mengendalikan pertumbuhan kasus. Caranya memastikan mematuhi protokol kesehatan dan membatasi mobilitas masyarakat.

    "Penting diketahui, apa pun varian covid-19 yang ada di masyarakat, apabila kita patuh dan disiplin protokol kesehatan serta mematuhi kebijakan pemerintah, maka dapat meminimalisasi tingkat penularan yang terjadi di masyarakat," tegas Wiku.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id