BMKG: Waspada Potensi Curah Hujan Tinggi 10 Hari ke Depan

    Fachri Audhia Hafiez - 14 September 2021 14:08 WIB
    BMKG: Waspada Potensi Curah Hujan Tinggi 10 Hari ke Depan
    Ilustrasi hujan. Medcom.id



    Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi akan terjadi curah hujan tinggi dalam 10 hari ke depan. Kondisi ini berpotensi terjadi di beberapa wilayah.

    "Berdasarkan prakiraan peluang curah hujan dasarian (10 harian), terdapat indikasi potensi curah hujan tinggi hingga satu dasarian ke depan," kata pelaksana tugas (Plt) Deputi Bidang Klimatologi Urip Haryoko dikutip dari laman BMKG, Selasa, 14 September 2021.

     



    BMKG mengelompokan potensi hujan menjadi tiga kategori. Pertama kategori awas yang meliputi daerah Kaimana di Papua Barat serta Asmat, Boven Digoel, Mimika, Nduga, Pegunungan Bintang, dan Yahukimo di Papua.

    Berikutnya, kategori siaga, yakni Kaimana di Papua Barat dan Dogiyai, Nabire, Paniai, Puncak di Papua. Lalu, kategori waspada meliputi Kuta Barat, Kalimantan Timur; Mamuju, Mamuju Utara di Sulawesi Barat; Maluku Tengah, Maluku; Manokwari, Sorong, Sorong Selatan, Tambrauw, Teluk Bintuni di Papua Barat; dan Mappi, Puncak Jaya, Tolikara di Papua.

    Urip menuturkan prediksi peluang hujan tinggi di atas 70 persen. Diperlukan kewaspadaan terhadap dampak potensi curah hujan tinggi dan potensi cuaca ekstrem.

    Sejumlah wilayah di Indonesia saat ini telah memasuki awal musim hujan. Kondisi tersebut sebagai pertanda masa peralihan atau pancaroba dari musim kemarau ke musim hujan.

    "Berdasarkan analisis curah hujan pada dasarian I September 2021, sebanyak 3,22 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan dan sebagian besar wilayah masih mengalami musim kemarau," ujar Urip.

    Wilayah yang sudah mengalami musim hujan meliputi sebagian Sumatra Utara, sebagian Riau, dan sebagian besar Sumatra Barat. Kemudian, Kalimantan Selatan bagian selatan dan Kalimantan Timur bagian selatan.

    BMKG memperkirakan sebagian besar wilayah Indonesia mengalami awal musim hujan pada Oktober dan November 2021. Terdapat 232 ZOM (Zona Musim) atau sekitar 67,8 yang mengalami situasi itu.

    Sifat hujan di sebagian besar daerah diprediksi normal sebesar 71,4 persen. Sedangkan, 25,7 persen berada di atas normal serta 2,9 persen diprakirakan di bawah normal.

    "Puncak musim hujan 2021/2022 di sebagian besar wilayah Indonesia diprakirakan terjadi pada bulan Januari dan Februari 2022 yakni sebanyak 71,3 persen," kata Urip.

    Baca: Pemprov DKI Antisipasi Potensi Cuaca Ekstrem
     

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id