comscore

Novel Baswedan Cs Segera Jadi ASN Polri

Siti Yona Hukmana - 06 Desember 2021 13:05 WIB
Novel Baswedan Cs Segera Jadi ASN Polri
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo. Foto: Medcom/Yona
Jakarta: Sebanyak 52 mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjalani sosialisasi menjadi aparatur sipil negara (ASN) Polri. Pelantikan Novel Baswedan dan puluhan eks pegawai KPK lainnya tak lama lagi. 

"Secepatnya (jadi ASN), proses itu secepatnya," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 6 Desember 2021. 

 



Dedi mengatakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan segera memproses perekrutan tersebut. Sebab, regulasi pengangkatan ke-56 mantan pegawai KPK itu telah terbit. 

Aturan itu termaktub dalam Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Perpol) Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pengangkatan Khusus 57 Eks Pegawai KPK Menjadi ASN di Lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia. 

"Karena sudah ada peraturan kepolisiannya dan sudah ada surat persetujuan dari Kementerian PAN-RB. Tinggal nanti sebelum pelantikan nanti ada nomor induk pegawai yang akan dikeluarkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN)," ujar Dedi. 

Dedi memastikan prosedur itu segera dilaksanakan. Dia akan menyampaikan perkembangannya setelah semua prosedur rampung.  

Baca: Novel Baswedan Cs Penuhi Undangan Sosialisasi Jadi ASN Polri

"Apabila sudah clear, nanti akan kita sampaikan updatenya kepada seluruh rekan-rekan," ungkap jenderal bintang dua itu. 

Sebanyak 52 mantan pegawai KPK menghadiri undangan sosialisasi menjadi ASN Polri di Mabes Polri. Ada empat orang yang tak bisa hadir dengan alasan kegiatan lain, sedangkan satu lainnya yang merupakan mantan Kepala Bagian Pelayanan Kepegawaian Biro Sumber Daya Manusia (SDM) KPK Nanang Priyono meninggal.

Setelah sosialisasi, puluhan orang itu akan melakukan penandatanganan surat pernyataan bersedia atau tidak menjadi ASN Polri. Kemudian, orang-orang yang setuju akan menjalani uji kompetensi penempatan jabatan sebagai ASN Polri. 

Uji kompetensi itu hanya formalitas. Polri akan menyesuaikan posisinya seperti di KPK dahulu. 

"Ini hanya mapping, jadi tidak ada hasilnya memenuhi syarat atau tidak memenuhi syarat, hanya mapping sesuai kompetensi, baru nanti ditempatkan sesuai dengan ruang jabatan yang sudah disediakan berdasarkan keputusan Kementerian PAN-RB," ucap Dedi.

(NUR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id