Dideportasi ke AS, Kristen Gray Gagal Plesir ke Alas Purwo

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 20 Januari 2021 10:42 WIB
    Dideportasi ke AS, Kristen Gray Gagal Plesir ke Alas Purwo
    Gambar tangkap layar "bule" ilegal di Bali foto twitter: @gastricslut



    Jakarta: Warga negara asing (WNA) asal Amerika Serikat (AS) bernama Kristen Antoinette Gray akhirnya dideportasi ke kampung halamannya. Gray dan temannya Saundra Michelle Alexander dikenakan sanksi keimigrasian berupa pendeportasian karena menggunakan visa kunjungan untuk keperluan berbisnis atau bekerja di Bali.

    "WNA ini menggunakan visa kunjungan dengan tujuan berlibur di Indonesia. Kemudian, selama ini diduga melakukan kegiatan bisnis melalui penjualan ebook dan pemasangan tarif konsultasi wisata di Pulau Dewata," kata Kepala Kantor Wilayah Kemenkum HAM Bali, Jamaruli Manihuruk, Selasa, 19 Januari 2021.






    Ia mengatakan warga negara asing tersebut dapat dikenai sanksi sesuai pasal 122 huruf a Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.
     
    "Iya, menggunakan visa kunjungan dan sponsor perorangan, sifatnya untuk berlibur ke Indonesia. Cekalnya enam bulan tidak boleh masuk ke Indonesia," lanjut dia.

    Gray memang sempat membuat gaduh jagat media sosial Twitter dengan threadnya tentang tutorial masuk ke Bali di tengah situasi pandemi. Dia juga menuduh bahwa orang Indonesia itu rasis

    Melanggar hukum dan menuduh orang Indonesia rasis, pemilik akun @kristentootie ini dirujak netizen. Netizen berharap Gray dan pasangannya segera kembali ke AS.

    Tetapi ada juga netizen yang menawarkan agar dia bisa mampir dulu ke Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi, Jawa Timur. Menurut mereka Alas Purwo cocok untuk Gray yang bekerja sambil liburan karena di sana menyimpan keindahan panorama alam yang tidak kalah dengan Bali.

    “Orang Amerika!ada tempat ini jauh lebih baik dari Bali, murah dan penggelapan pajak mudah itu adalah Alas Purwo, penduduk setempat juga sangat ramah,” demikian tulis akun @hydrococko.

    Selain itu, biaya hidupnya juga murah, lalu tersedia makanan gratis berupa “sesajen” dan bisa mendapatkan status permanent resident alias penghuni tetap Alas Purwo tetapi berwujud hantu.

    “Masakan dengan kelezatan lokal “sesajen”. Jika Anda temukan di tengah hutan. Silahkan makan,” tulis @adiksi_fiksi, sambil mengunggah foto sesajen.

    “Ya, Anda juga bisa tinggal disana selamanya dan jika Anda sudah menjadi penduduk tetap di Alas Purwo Anda akan dipanggil 'jurig',” cuit @virgeminorum.

    Dideportasinya Gray kembali ke AS memupuskan keinginan netizen agar dia bisa mampir dulu ke Alas Purwo.

    Kristen Gray masuk ke Indonesia pada  21 Januari 2020 pukul 23:04:54 Wita melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Selanjutnya Gray memperpanjang izin tinggal di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar pada 22 Desember 2020 yang berlaku sampai dengan 24 Januari 2021.
     
    Sementara itu, Kristen Antoinette Gray mengatakan bahwa dirinya tidak bersalah dan tidak menghasilkan uang (rupiah) di Indonesia.
     
    "Saya tidak bersalah, visa saya tidak overstay, saya tidak mencari uang dalam rupiah di Indonesia, saya berkomentar mengenai LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) dan saya dideportasi," ujar Kristen Gray.

    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id