Terpopuler Nasional: Makar Eggi Sudjana, Kebakaran, Hingga Ultimatum untuk Rizieq Shihab

    Surya Perkasa - 02 Desember 2020 08:24 WIB
    Terpopuler Nasional: Makar Eggi Sudjana, Kebakaran, Hingga Ultimatum untuk Rizieq Shihab
    (Ilustrasi) Pimpinan FPI Rizieq Shihab. MI/Arya Manggala
    Jakarta: Sejumlah berita nasional Medcom.id pada Selasa, 1 Desember 2020, soroti pembaca. Berita yang paling banyak dibaca publik mulai dari dugaan makar Eggie Sudjana, kebakaran pom bensin di MT Haryono Jakarta, hingga ultimatum Polda Metro Jaya ke Muhammad Rizieq Shihab.

    Berikut tiga berita kanal nasional Medcom.id yang paling banyak dibaca kemarin:

    1. Eggi Sudjana Diperiksa Sebagai Tersangka Makar

    Penyidik Keamanan Negara (Kamneg) Direktorat Reserse Kriminal Umum Ditreskrimum Polda Metro Jaya akan memeriksa politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Eggi Sudjana pada Kamis, 3 Desember 2020. Eggi bakal diperiksa dalam kapasitas sebagai tersangka kasus dugaan makar.
     
    Surat pemanggilan terhadap Eggi beredar di media sosial WhatsApp. Surat bernomor S.Pgl/1802/XII/2020/Ditreskrimum itu diteken Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat.

    "Iya benar, saya menerima surat panggilan itu pukul 01.30 WIB, Selasa, 1 Desember 2020," kata Eggi kepada Medcom.id.
     

    2. Pom Bensin MT Haryono Terbakar

    Pom bensin depan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Jalan MT Haryono, Cikoko, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, terbakar. Asap hitam pekat membubung dari lokasi kejadian.
     
    "Benar ada kebakaran," kata Petugas Piket Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan Suparno saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 1 Desember 2020.
     

    3. Rizieq Bawa Massa Saat Pemeriksaan, Polisi: Kita Bubarkan

    Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab dijadwalkan diperiksa terkait kasus pelanggaran protokol kesehatan dalam acara akad nikah anaknya, 1 Desember 2020. Polisi melarang Rizieq membawa banyak pendamping saat datang ke Polda Metro Jaya.
     
    "Kalau tetap memaksa massa yang banyak yang bisa menimbulkan (pelanggaran) protokol kesehatan, Polda Metro Jaya akan mengambil langkah tegas dengan cara membubarkan," tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 1 Desember 2020.
     
    Yusri mengharapkan Rizieq tak lagi membuat kerumunan di tengah pandemi covid-19. Polisi tak ingin ada klaster baru penyebaran covid-19 jika kerumunan kembali terjadi.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id