Pemerintah Kaji Kebijakan Penguatan Ekonomi Keluarga

    Media Indonesia.com - 24 Oktober 2020 06:00 WIB
    Pemerintah Kaji Kebijakan Penguatan Ekonomi Keluarga
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Pemerintah tengah mengkaji kebijakan penguatan ekonomi keluarga. Pasalnya, daya tahan ekonomi keluarga ikut terdampak pandemi covid-19 yang sudah berlangsung selama sembilan bulan.

    Pembahasan kebijakan penguatan ekonomi keluarga dilakukan melalui rapat koordinasi yang dipimpin Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama kementerian/lembaga dan pemerintah daerah. Asisten Deputi Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Kemenko PMK Marwan Syaukani mengatakan kesulitan ekonomi dapat berpotensi menimbulkan pertikaian di dalam keluarga.

    “Jadi, perlu strategi penguatan ekonomi, terutama bagi keluarga miskin,” ujar Marwan, Jakarta, Jumat, 23 Oktober 2020.

    Baca: 16 Desa di Jepara Konsisten Zona Hijau Covid-19

    Beberapa strategi penguatan ekonomi tersebut di antaranya mengubah mindset, memberikan pendampingan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat. Kemudian, edukasi berkelanjutan, pengembangan produk, serta pelayanan pemasaran yang baik.

    Penguatan ekonomi keluarga juga dilakukan kepada calon pengantin. Hal itu sebagai upaya mengurangi kemiskinan laten untuk membentuk keluarga kuat, kampung kuat, bahkan hingga negara yang kuat.

    “Kemiskinan laten yang cukup tinggi itu bisa menjadikan generasi dari keluarga miskin terancam menjadi keluarga yang juga miskin di masa mendatang,” ujarnya.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id