Peningkatan Kualitas SDM Terganjal Stunting Hingga Gangguan Jiwa

    Kautsar Widya Prabowo - 28 September 2020 14:45 WIB
    Peningkatan Kualitas SDM Terganjal <i>Stunting</i> Hingga Gangguan Jiwa
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) berupaya menekan angka stunting atau kasus gagal tumbuh pada tubuh dan otak akibat kekurangan gizi. Hal ini menjadi upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. 

    Kepala BKKBN Hasto Wardoyo menyebut stunting melanda 27 persen penduduk Indonesia. Angka ini ditargetkan turun menjadi 14 persen pada 2024. Namun, hal itu bukan pekerjaan mudah. Pasalnya, masih ada isu lain yang harus dibenahi untuk meningkatkan kualitas SDM.

    "Tidak hanya stunting, ada juga autisme dan difabel 4,3 persen, gangguan jiwa ringan 9,8 persen," kata Hasto dalam diskusi virtual bertajuk 'Megatren  Demografis dan Visi Indonesia Emas 2045', Senin, 28 September 2020. 

    Menurut dia, kondisi ini menjadi keprihatinan pemerintah. Namun, dia yakin masalah-masalah ini dapat ditekan dengan memperbaiki beberapa faktor pendukung.

    "Kualitas penduduk didukung oleh sanitasi, air bersih, pendidikan, sosial, dan ekonomi," tutur dia. 

    Hasto memastikan pemerintah bertanggung jawab memenuhi seluruh faktor pendukung kualitas penduduk. Pasalnya, air bersih hingga pendidikan dapat menunjang warga untuk hidup layak dan sehat.
     

    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id