Diusut KPK, Pegawai Ditjen Pajak Diminta Tetap Semangat

    Juven Martua Sitompul - 03 Maret 2021 21:42 WIB
    Diusut KPK, Pegawai Ditjen Pajak Diminta Tetap Semangat
    Ilustrasi Medcom.id.



    Jakarta: Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menyambut baik langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut dugaan korupsi di jajaran Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Namun, Misbakhun juga meminta para pegawai Ditjen Pajak tak berkecil hati.

    "Saya juga mengapresiasi pegawai Ditjen Pajak yang selalu bekerja keras dalam menghimpun penerimaan negara, rupiah demi rupiah dari pajak untuk mengisi kas negara. Porsi pendapatan perpajakan di APBN lebih dari 80 persen, itu adalah angka yang sangat besar dan sangat berarti," kata Misbakhun kepada wartawan, Jakarta, Rabu, 3 Maret 2021.






    Misbakhun menegaskan para pegawai Ditjen Pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara. Bahkan di masa pandemi covid-19, kata dia, pegawai Ditjen Pajak memiliki peluang memperbesar kontribusinya bagi negara.

    "Penerimaan sektor perpajakan mengalami tekanan sangat dalam akibat ekonomi yang terimbas pandemi, tetapi saya meyakini para pegawai Ditjen Pajak tetap menjalankan tugas dan kewajibannya dengan menjaga situasi tetap kondusif di tengah tekanan publik dan godaan uang setiap saat," tegasnya.

    Misbakhun mengatakan jajaran Ditjen Pajak telah menunjukkan kinerja cemerlang ketika pemerintah melaksanakan kebijakan pengampunan pajak atau tax amensty pada pertengahan Juni 2016 hingga Maret 2017. Pegawai Ditjen Pajak juga bekerja ekstra pada saat pelayanan SPT tahunan pada periode bulan Maret-April.

    Misbakhun mengatakan sudah saatnya Ditjen Pajak sebagai organisasi yang memiliki sekitar 45.000 pegawai diberi ruang gerak, peran, dan tanggung jawab yang lebih besar. Menurutnya, penyidikan KPK terhadap aparat perpajakan juga menjadi peringatan bagi wajib pajak.

    "Korupsi tetap korupsi, tidak ada toleransi kapan pun, di mana pun dan oleh siapa pun. Hukum tetap harus ditegakan. Momentum ini adalah Ini adalah pembelajaran sekaligus peringatan untuk seluruh pegawai pajak dan seluruh wajib pajak bahwa ruang korupsi itu makin sempit. Jangan hanya melihat kepada pegawai pajak, tetapi harus ditekankan bahwa peringatan ini juga untuk wajib pajak," kata dia.

    Baca: KPK Buka Penyidikan Baru Terkait Dugaan Korupsi di Ditjen Pajak

    Di sisi lain, menurut dia, pengusutan kasus ini menjadi momentum mengevaluasi kinerja Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani. Evaluasi terkait pengawasan Sri Mulyani terhadap jajarannya, khususnya di Ditjen Pajak.

    "Ini momentum terbaik untuk melakukan penilaian kembali tentang kinerja Menteri Keuangan secara lebih menyeluruh dalam kaitan pengawasan terhadap direktorat jenderal yang berada dalam rentang kendali Kementerian Keuangan. Tetap harus ada tanggung jawab seorang menteri keuangan dalam kasus di Ditjen Pajak saat ini," ujar

    Legislator Partai Golkar itu menegaskan sudah semestinya Menkeu mengambil porsi tanggung jawabnya dalam persoalan itu. "Karena dampak dan risiko organisasi tetap ada di Kementerian Keuangan, termasuk Menkeu harus menyiapkan mitigasi risikonya," tegas Misbakhun.

    Sebelumnya, KPK tengah menyidik kasus baru. Kasus terkait dugaan korupsi di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
     
    "Belum diekspose kok, memang sudah diumumkan? Belum," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa, 2 Maret 2021.
     
    Alex masih menutup rapat informasi terkait kasus itu. Nama tersangka masih dirahasiakan ke publik demi menjaga asas praduga tak bersalah.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id