Pemerintah Mulai Bangun Hunian Korban Banjir dan Longsor di NTT

    Nur Azizah - 03 Mei 2021 11:18 WIB
    Pemerintah Mulai Bangun Hunian Korban Banjir dan Longsor di NTT
    Kementerian PUPR memulai pembangunan hunian tetap bagi korban banjir dan tanah longsor di NTT (Foto: Humas Kementerian PUPR)



    Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mulai membangun hunian tetap (huntap) bagi korban banjir dan longsor di Nusa Tenggara Timur (NTT). Huntap dibangun dengan teknologi rumah instan sederhana sehat (RISHA).

    RISHA merupakan teknologi konstruksi knock down yang dapat dibangun cepat. Bangunan ini menggunakan bahan beton bertulang pada struktur utamanya.

     



    Salah satu lokasi yang akan dibangun huntap berada di Waisesa 1, Desa Tanjung Batu, Kabupaten Lembata. Kementerian PUPR telah mematok lahan seluas 4,3 hektare dari rencana yang akan dihibahkan 10 hektare.

    "Pada lokasi ini akan dibangun 154 unit huntap," ujar Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Bencana Kementerian PUPR di NTT dan Nusa Tenggara Barat (NTB) Widiarto seperti dikutip dalam laman setkab.go.id, Jakarta, Senin, 3 Mei 2021.

    Kementerian PUPR tengah melakukan peletakan batu pertama di lokasi pembangunan huntap Waisesa 1. Pembangunan dua unit mock up RISHA juga sedang dilaksanakan dan ditargetkan selesai dalam dua minggu ke depan.

    Baca: Status Tanggap Darurat Bencana Adonara Diperpanjang

    Pembangunan dua unit mock up RISHA juga akan dilaksanakan pada lokasi relokasi lainnya setelah pematokan lahan dan proses hibah dilakukan. “Kami juga akan melakukan pengujian geolistrik untuk memastikan ketersediaan sumber air bersih pada lahan yang akan dibangun huntap bagi para korban bencana,” kata Widiarto.

    Kementerian PUPR telah menghitung perkiraan kebutuhan biaya program pembangunan RISHA dalam relokasi permukiman pada anggaran tahun jamak. Widiarto menyebut dana yang diperlukan sekitar Rp338 miliar, yakni Rp236 miliar di tahun anggaran 2021 dan Rp102 miliar di tahun anggaran 2022.

    Kebutuhan anggaran tersebut rencananya untuk pembangunan 1.000 unit RISHA. Kemudian, 700 unit di Lembata dan 300 unit di Adonara.

    Pemerintah daerah juga mengusulkan empat lokasi tambahan untuk relokasi. Yakni, sekitar 14 rumah di Kabupaten Kupang, 530 rumah di Kota Kupang, 599 rumah di Kabupaten Alor, dan 153 rumah di Kabupaten Rote Ndao.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id