Gus AMI: Rendra Tak Hanya Legenda Puisi Tapi Juga Politik

    Juven Martua Sitompul - 08 November 2020 23:05 WIB
    Gus AMI: Rendra Tak Hanya Legenda Puisi Tapi Juga Politik
    Gus AMI menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk Rindu Rendra 'Kesaksian Akhir Abad'. Dokumentasi.
    Jakarta: Puisi WS Rendra berjudul 'Kesaksian Akhir Abad' bisa menjadi titik balik dalam kehidupan. Universalitas puisi Rendra bahkan dianggap mampu melewati dinding-dinding agama.

    Demikian ditegaskan Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin iskandar atau Gus AMI. Gus AMI menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk Rindu Rendra 'Kesaksian Akhir Abad' yang diadakan Komunitas Burung Merak Rendra (KBMR), Sabtu, 7 November 2020.

    Menurut Gus AMI, harusnya kaum muda mengapresiasi puisi-puisi yang dibuat Rendra. Karena semua puisi Rendra cerminan fakta sejarah bangsa.

    "Jangan sampai kaum muda mengulang apa yang menjadi sorotan Rendra dalam puisinya," kata dia.

    Gus AMI melihat pusi yang dibuat Rendra merupakan lakon Rendra dalam menjalankan kehidupan. Baik kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan budaya.  Pusinya pun jelas mudah dipahami.

    "Di tengah banyak puisi yang sulit dipahami orang awam, seperti saya, puisi Rendra hadir dengan mudah dipahami," ujar dia.

    Baca: Cak Imin Bahas Pemikiran Penyair WS Rendra soal Sosial-Politik

    Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bidang Kesra berkata, puisi Rendra tidak saja berbasis kemanusiaan, keadilan, dan sosial budaya, melainkan menjadi legenda. "Bukan saja legenda sastra, legenda seni, tapi juga legenda politik serta kemasyarakatan," ucap Gus AMI.

    Gus AMI mencatat ada tiga hal dalam puisi Rendra yang terkait dengannya. Pertama, terkait politik kepemimpinan.

    "Hal ini bisa dievaluasi, apakah sudah dijalankan dengan baik. Misalnya, pemilihan langsung atau pilkada langsung. Namun, Rendra tidak memikirkan terjadinya money politik. Ternyata Dipilih langsung tidak mudah. Teman-teman saya tidak mudah mencalonkan diri kalau tidak memiliki uang," ucapnya.

    Bahkan, kata Gus AMI, Rendra mengusulkan agar jaksa dipilih langsung, polisi di pilih langsung. Pesannya agar aparat membela hukum, rakyat, dan keadilan.

    Kedua, kata Gus AMI, kritik keras Rendra terhadap partai politik. Diakui Gus AMI, partai politik perlu melakukan perbaikan.

    "Dari zaman apapun parpol harus terus berbenah," ucapnya.

    Ketiga, lanjut Gus AMI terkait dengan pendidikan. Rendra menginginkan pendidikan yang merata dan mudah diakses. Saat ini pemerintah mematok anggaran pendidikan 20 persen. Semuanya bertujuan agar pendidikan dapat diakses seluruh penduduk Indonesia.

    "Pada dasarnya apa yang dikatakan Rendra sama seperti yang dikatakan Gus Dur, di antara politik, kemanusiaan yang paling utama," tegasnya.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id