Masker Bekas Jadi Kendala Pengelolaan Limbah

    Nur Azizah - 18 Februari 2021 18:13 WIB
    Masker Bekas Jadi Kendala Pengelolaan Limbah
    Ilustrasi: Medcom.id



    Jakarta: Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan masker bekas digunakan masyarakat mendominasi limbah medis di tengah pandemi. Wiku menyebut tumpukan sampah ini menjadi masalah baru. 

    "Untuk kendala terbesar saat ini, yaitu keberadaan limbah dari masyarakat terutama dalam limbah masker," kata Wiku di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Kamis, 18 Februari 2021.




    Baca: KLHK: Pengelolaan Sampah Indonesia Berkembang Signifikan

    Menurut dia, Subbidang Limbah Satgas Covid-19 tengah menggodok kebijakan baru terkait pengelolaan limbah. Satgas juga memikirkan cara paling efektif dan efisien untuk mengelola limbah tersebut. 

    "Kita sedang membuat teknologi tepat guna tentang pengelolaan limbah covid-19," tutur dia. 

    Perencanaan ini melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Kementerian Kesehatan. Berdasarkan data Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional, potensi peningkatan timbunan limbah medis mencapai 3-4 kali dari jumlah sebelumnya.

    Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan ada empat prinsip pengolahan limbah medis. Pertama, semua penghasil limbah secara hukum dan finansial bertanggung jawab menggunakan metode pengelolaan limbah yang aman dan ramah lingkungan.

    Kedua, pengedepanan kewaspadaan tinggi. Ketiga dan keempat spesifik khusus limbah covid-19, yaitu pengaturan prinsip kesehatan dan keselamatan, serta prinsip kedekatan dalam penanganan limbah berbahaya untuk meminimalkan risiko pada pemindahan.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id