92.000 Tanaman Ditanam di Sukajaya

    Dede Susianti - 03 Februari 2020 15:47 WIB
    92.000 Tanaman Ditanam di Sukajaya
    Presiden Joko Widodo memantau proses rehabilitasi di Desa Sukajaya, Bogor, Jawa Barat. Foto: ANT/Sigid Kurniawan
    Jakarta: Pemerintah berupaya keras mencegah longsor susulan di Sukajaya, Bogor, Jawa Barat. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun tembok penahan tanah atau talud di wilayah itu. 

    "Bukan hanya bangunan-bangunan fisik saja. Tapi juga yang berkaitan dengan vegetatif mulai kita dekati. Sehingga sistem yang ada tidak terganggu dan rusak karena memang kita perbaiki. Ada 92 ribu tanaman yang disipakan," kata Presiden Joko Widodo di lokasi bencana longsor di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, 3 Februari 2020. 

    Jokowi menjelaskan pada tahap pertama disiapkan tanaman-tanaman dengan nilai ekonomi tinggi, seperti jengkol, durian, sirsak, pete, sengon. Pihaknya juga menyiapkan tanaman untuk perbaikan ekologi dan ekosistem, seperti vetiver dan sereh wangi.

    "Vetiver ini akarnya bisa 2 meter, 4 meter. Ini yang akan terus kita dekati dengan cara-cara itu. Sehingga kita harapkan dengan dua pendekatan ini, bencana terkait banjir, longsor, bisa kita selesaikan," kata dia. 

    Jokowi mengaku pemerintah juga tengah menyiapkan tanaman dengan jumlah jutaan. Dia menyebut pembangunan fisik bakal percuma tanpa dukungan perbaikan ekosistem. 

    Jokowi ketiga kalinya mendatangi lokasi longsor di Sukajaya. Eks Gubernur DKI Jakarta itu meninjau pembangunan talud di Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya serta menanam vitiver di sekitar lokasi longsor di Desa Pasir Madang.

    Jokowi ditemani Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendi dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo serta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Bupati Bogor Ade Yasin.

    Cuaca buruk yang terjadi di awal 2020 mengakibatkan sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor terdampak banjir dan longsor. Longsor terjadi di Kecamatan Sukajaya, Nanggung, dan Cigudeg. Sedangkan banjir terjadi di Kecamatan Gunung Putri dan Jasinga.
     
    Bencana banjir dan longsor itu membuat 14.010 warga mengungsi. Mereka berasal dari empat kecamatan, yakni Kecamatan Cigudeg 922 orang, Kecamatan Sukajaya 9.926 orang, Kecamatan Nanggung 3.121 orang, dan Kecamatan Jasinga 41 orang.
     
    Kejadian juga menelan korban jiwa delapan orang dan tiga orang yang sebelumnya dilaporkan menghilang ditemukan meninggal. Kemudian, 12 orang mengalami luka berat dan 517 orang mengalami luka ringan.





    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id