Wisma Altet untuk Pasien Ringan Korona

    Candra Yuri Nuralam - 22 Maret 2020 12:17 WIB
    Wisma Altet untuk Pasien Ringan Korona
    Wisma Atlet Kemayoran, Jakpus, dibersihkan jelang menjadi tempat penampungan pasien korona, Kamis, 19 Maret 2020. Foto: Medcom.id/Christian Dior
    Jakarta: Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, hanya digunakan untuk pasien yang terpapar virus korona (covid-19) dengan gejala ringan. Penanganan pasien gejala berat tetap dilakukan di rumah sakit (RS).

    "Jadi rumah sakit yang mendapat keluhannya ringan dan tidak butuh rumah sakit bisa digeserkan ke sini," kata Menteri Kesehatan Terawan di Wisma Atlet, Jalan HBR Motik, Kemayoran, Minggu, 22 Maret 2020.

    Menurut dia, langkah ini dilakukan agar RS sigap menangani pasien korona dengan kondisi yang parah. Dengan begitu, kemungkinan kematian akibat virus ini bisa ditekan.

    "Karena itu kita akan kerja sama bangun link dengan rumah sakit yang ada dan bisa membantu angka kematian karena rumah sakit enggak sibuk dengan yang ringan aja," ujar Terawan.

    Dia menyebut Wisma Atlet memang tidak bisa digunakan untuk penanganan pasien korona yang parah. Pasalnya, kata Terawan, gedung itu tidak mumpuni untuk dimasukkan peralatan medis yang besar.

    "Bagaimanapun bangun ICU (unit perawatan intensif) di sini enggak bisa, terlalu besar, maka dari itu rumah sakit akan memisahkan yang bisa dirawat di Wisma Atlet," tutur Terawan.

    Wisma Atlet pun diharap bisa menjadi tempat karantina. Masyarakat bisa menggunakan fasilitas di sana dengan rujukan rumah sakit terlebih dahulu.

    "Karena itu rumah sakit lah yang harus memantaunya kalau enggak penularannya di mana-mana. Jadi diseleksi dulu sama RS mana yang bisa dirawat di situ," ucap mantan Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto itu.

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan virus korona sebagai pandemi global. Virus ini pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok, medio November 2019.
     
    Wisma Altet untuk Pasien Ringan Korona
    Grafis Medcom.id

    Baca: Segera Digunakan, Wisma Atlet Disemprot Disinfektan

    Per Jumat, 20 Maret 2020, WHO mencatat ada 266.073 kasus positif korona di seluruh dunia. Sebanyak 32.000 kasus di antaranya merupakan pasien baru.

    Virus dengan gejala flu, demam, dan sesak napas ini telah menyebabkan 11.184 kematian. Angka kematian naik 1.344 dalam sehari.

    Sementara itu, jumlah orang yang tertular virus korona di Indonesia per Sabtu, 21 Maret 2020, mencapai 450 pasien. Sebanyak 38 pasien meninggal, sedangkan 20 orang berhasil sembuh.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id