BNPB Siapkan Kebutuhan Dasar Korban Bencana di Sulbar dan Kalsel

    Theofilus Ifan Sucipto - 16 Januari 2021 11:33 WIB
    BNPB Siapkan Kebutuhan Dasar Korban Bencana di Sulbar dan Kalsel
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendukung kebutuhan dasar usai gempa bumi di Sulawesi Barat dan banjir di Kalimantan Selatan. Namun, ujung tombak bantuan tetap disediakan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) masing-masing wilayah.

    “BNPB membantu dari sisi kebutuhan mendesak yang tidak bisa didukung pemerintah kabupaten/kota dan provinsi,” kata Direktur Pengembangan Strategi Penanggulangan Bencana BNPB Agus Wibowo dalam diskusi virtual, Sabtu, 16 Januari 2021.

    Agus memerinci kebutuhan mendesak itu mencakup sembako, selimut, tenda, dan tikar. BNPB juga mengirimkan tim medis untuk memantau kesehatan para penyintas bencana.

    Baca: Lima Mayat Ditemukan Usai Banjir di Hantakan Kalsel

    Kepala BNPB Doni Monardo, kata dia, akan memantau seluruh lokasi bencana. Saat ini, Doni tengah berada di Sulawesi Barat sesuai perintah Presiden Joko Widodo.

    “Kepala (BNPB) nanti (ke Kalimantan Selatan) karena Kepala lihat informasi lebih dulu,” papar Agus.

    Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati  mengatakan korban jiwa akibat gempa magnitudo 6,2 di Sulawesi Barat bertambah menjadi 42 orang. Sebanyak 34 orang meninggal di Kabupaten Mamuju.

    "Dan delapan orang di Kabupaten Majene," kata Raditya, Jumat, 15 Januari 2021.
     
    Data Pusat Pengendali Operasi BNPB pada Jumat pukul 20.00 WIB menyebut Rumah Sakit Mitra Manakarra dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Mamuju rusak berat. Kerusakan juga muncul di Pelabuhan Mamuju dan Jembatan Kuning, Takandeang, Tapalang Mamuju. Di Kabupaten Majene, 300 rumah yang rusak masih didata.

    Di sisi lain, BNPB mencatat 21.990 jiwa terdampak banjir di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Bencana itu terjadi akibat hujan intensitas tinggi yang menyebabkan air sungai di Kecamatan Pelaihari meluap. Banjir dengan ketinggian 150-200 cm itu merendam 6.346 rumah.

    "BPBD terus melakukan pendataan lima titik pengungsian bagi masyarakat," kata Raditya Jati.

    Raditya menyebut akses jalan dari Palaihari ke Banjarmasin terputus akibat banjir. Selain itu, beberapa kebutuhan mendesak yang dibutuhkan masyarakat terdampak, seperti sandang, pangan, terpal, matras, selimut, dan peralatan dasar kebencanaan belum memadai.  


    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id