Penyandang Disabilitas di Jakarta Keluhkan Bansos Covid-19 Tak Cukup

    Fachri Audhia Hafiez - 01 Desember 2020 17:25 WIB
    Penyandang Disabilitas di Jakarta Keluhkan Bansos Covid-19 Tak Cukup
    Ilustrasi penyandang disabilitas. (Foto: MI/Ramdani)
    Jakarta: Survei Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat sebanyak 33 persen responden penyandang disabilitas mengaku tidak cukup dengan bantuan sosial (bansos) covid-19. Survei ini dilakukan terhadap 120 penyandang disabilitas di Jakarta yang terdampak covid-19.

    "Terdapat 33 persen responden yang menjawab bahwa bansos yang diterima belum cukup membantu memenuhi kebutuhan di tengah pandemi covid-19 dan 67 persen mencukupi," kata peneliti ICW Dewi Anggraeni dalam rilis virtual 'Hasil Survei Distribusi Bantuan Sosial untuk Penyandang Disabilitas di DKI Jakarta', Selasa, 1 Desember 2020.

    Menurut Dewi, alasan responden tersebut bermacam-macam. Ada yang mengeluhkan membutuhkan uang di samping bantuan pangan.

    Responden membutuhkan uang untuk bayar listrik, biaya anak sekolah, dan sebagainya. Ada pula yang mengeluh jumlah bansos sedikit, hanya mendapat bahan pokok tanpa lauk pauk, dan bantuan tidak cukup untuk satu bulan.

    Menurut Dewi, bantuan yang diperoleh responden beragam. Mereka mendapat bantuan presiden (Banpres) tahap 1-4, Kartu Sembako Kemensos, Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ), Bantuan Sosial Tunai (BST), Banpres UMKM, dan token listrik PLN.

    Kemudian Kartu Prakerja, Kartu Lansia, pulsa, bantuan langsung tunai (BLT), dan program keluarga harapan. Sebanyak 48 responden mengaku mendapatkan lebih dari satu bantuan.

    Baca: Bantuan Sosial Pemerintah Diklaim Tekan Peningkatan Kemiskinan

    Selain itu, bansos yang paling banyak diterima responden yaitu, bantuan presiden tahap 1-4 dan sembako dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Survei ini dihimpun dari 120 responden.

    Baca: 25% Penyandang Disabilitas di Jakarta Memperoleh Bantuan Covid-19 Tak Sesuai

    Penyurvei dari penyandang disabilitas yang tergabung dalam Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Jakarta, Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Jakarta, Perhimpunan Jiwa Sehat (PJS), Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Jakarta, dan Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Jakarta.

    Populasi survei ini ialah penyandang disabilitas yang menerima bantuan sosial, penyandang disabilitas yang memiliki kontak atau bisa dihubungi melalui telepon atau WhatsApp, dan berusia minimal 17 tahun. Survei dilaksanakan pada 14-20 Oktober 2020.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id