Bantuan Sosial Pemerintah Diklaim Tekan Peningkatan Kemiskinan

    Media Indonesia.com - 24 November 2020 04:24 WIB
    Bantuan Sosial Pemerintah Diklaim Tekan Peningkatan Kemiskinan
    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: MI/Erlangga
    Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut perlindungan sosial yang dilakukan pemerintah di masa pandemi sebagai upaya menahan laju meningkatnya tingkat kemiskinan di Tanah Air. Tingkat kemiskinan saat ini berada di angka 9,69 persen, tanpa adanya bantuan sosial angka itu akan mencapai 10,96 persen.

    "Seandainya tidak terjadi covid-19, kita memproyeksikan jumlah kemiskinan akan ada di 8,9 persen. Akibat covid-19, maka kenaikan dari jumlah kemiskinan sebetulnya mencapai 10,96 persen, namun dengan adanya perlindungan sosial, maka kita bisa menurunkan dampak buruknya, dari yang harusnya 10,96 persen menjadi 9,69 persen. Itu angka yang cukup signifikan, artinya bansos yang kita berikan cukup membantu," kata Sri dalam konferensi pers APBN secara virtual, Senin, 23 November 2020.

    Dia mengatakan ragam bantuan sosial itu diberikan pemerintah melalui Program Keluarga Harapan (PKH) untuk 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Kemudian bantuan sembako Jabodetabek untuk 1,9 juta KPM, bantuan tunai peserta sembako non PKH kepada 9 juta KPM, bantuan upah karyawan kepada 12,4 juta orang, BLT Dana Desa untuk 8 juta penerima.

    Lalu, kartu sembako 19,4 juta KPM, bansos tunai non Jabodetabek kepada 9,2 juta KPM, bantuan beras peserta PKH kepada 10 juta KPM, bantuan upah guru honorer mencapai 2,4 juta orang, dan program kartu prakerja untuk 5,6 juta orang.

    Baca: Karya Anak Bangsa Diharap Terus Lahir Selama Pandemi

    Menurut Sri, berbagai bantuan itu telah berhasil mendorong tingkat konsumsi masyarakat menengah ke bawah. Pada 10 persen masyarakat termiskin tercatat tingkat konsumsinya mengalami pertumbuhan -6,3 persen, setelah mendapatkan bansos, tingkat konsumsinya meningkat 8,3 persen.

    "Itu berarti bagus, artinya bantuan sosial membantu masyarakat paling miskin sehingga mereka tidak menjadi lebih buruk," kata dia.

    Sedangkan pada 10 persen masyarakat termiskin berikutnya, tercatat terjadi pertumbuhan konsumsi -7,1 persen. Setelah menerima bantuan sosial, tingkat konsumsinya naik 6,6 persen sehingga berdampak pada pertumbuhan tingkat konsumsi menjadi -0,5 persen.

    Sri mengatakan efek dari dukungan pemerintah mengecil jika tingkatan masyarakat penerima bansos semakin tinggi. Sebab, pemerintah saat ini memang fokus untuk menyelamatkan masyarakat yang berada di kelas bawah agar tidak terdampak begitu besar dari pandemi covid-19.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id