Pemulangan ABK WNI Via Laut Dinilai Lebih Tepat

    Anggi Tondi Martaon - 21 Februari 2020 17:25 WIB
    Pemulangan ABK WNI Via Laut Dinilai Lebih Tepat
    KRI dr Soeharso. Foto: Antara/Didik Suhartono
    Jakarta: Wakil Sekjen PPP Ahmad Baidowi menilai jalur laut dianggap lebih tepat untuk memulangkan anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) dari Kapal Diamond Princess di Jepang. Penanganan medis bisa lebih intensif selama perjalanan menggunakan rumah sakit apung Kapal Republik Indonesia (KRI) dr Soeharso. 

    "Itu kan istilahnya alat angkut yang eksklusif. Kan jarang orang yang naik kapal perang," kata Baidowi di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat, 21 Oktober 2020.

    Sementara, penjemputan melalui jalur udara sulit diwujudkan. Pemerintah harus mencari maskapai yang bersedia memfasilitasi pemulangan tersebut.

    "Kalau naik pesawat kan banyak yang lain-lain (penumpang) yang nanti akan menimbulkan polemik lagi," ujar dia.

    Baca: Pemulangan ABK WNI Tunggu Keputusan Pemerintah Jepang

    Penjemputan jalur laut terkendala waktu tempuh yang cukup lama. Berdasarkan Rapat Koordinasi Rencana Gerak evakuasi menggunakan KRI Dr Soeharso, perjalanan menuju Yokohama-Jepang hingga kembali sepenuhnya ke Surabaya memakan waktu 34 hari.

    Lama waktu perjalanan dari Surabaya menuju Yokohama yaitu 11 Hari. Dengan rute perjalanan dari Surabaya-Davao, Filipina (4 hari) dan Davao-Yokohama, Jepang (7 Hari).

    Dari Yokohama, Jepang, KRI Soeharso akan kembali Ke Indonesia menuju Pelabuhan Ranai Natuna memakan waktu 11 hari. KRI Soeharso kemudian kembali ke Surabaya dengan lama perjalanan empat hari. Sedangkan sembilan hari dimanfaatkan untuk lego jangkar di pelabuhan dan upaya evakuasi itu sendiri.

    Pemulangan ABK WNI Via Laut Dinilai Lebih Tepat
    Kapal pesiar Diamond Princess. Foto: AFP/Behrouz Mehri

    Terdapat 78 WNI ABK dalam kapal Diamond Princess. Empat diantaranya positif COVID-19. Mereka dinyatakan positif usai menjalani masa karantina.
     
    Sementara, Amerika Serikat telah mengevakuasi dan memulangkan ratusan warga mereka dari kapal pesiar Diamond Princess di perairan Yokohama, Jepang, Senin 17 Februari 2020. Pemulangan dilakukan saat jumlah korban tewas akibat virus korona COVID-19 mendekati 1.800 orang.
     
    Lebih dari 620 penumpang kapal Diamond Princess terinfeksi virus COVID-19. Kapal ini membawa 3.700 penumpang dan kru, serta telah dikarantina sejak 3 Februari lalu.



    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id