Pegawai KPK Diizinkan Kerja dari Rumah

    Fachri Audhia Hafiez - 17 Maret 2020 20:21 WIB
    Pegawai KPK Diizinkan Kerja dari Rumah
    Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri memberikan keterangan kepada media di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa, 17 Maret 2020. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
    Jakarta: Sebagian pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memulai bekerja dari rumah Rabu, 18 Maret 2020, hingga Selasa, 31 Maret 2020. Kebijakan ini dilaksanakan demi mencegah virus korona (covid) yang tengah mewabah.

    "Pada prinsipnya pegawai KPK diperbolehkan dengan izin atasannya di unit yang masing-masing untuk bekerja dari rumah dan tentunya pekerjaan-pekerjaan ini kemudian dilaporkan kepada atasannya setiap hari," kata pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa, 17 Maret 2020.

    Menurut dia, kebijakan itu termaktub dalam Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2020 tentang Prosedur Bekerja dari Rumah (BDR) bagi Pegawai KPK tertanggal 16 Maret 2020. Kendati demikian, kebijakan ini akan dievaluasi dengan melihat kondisi persebaran virus berbahaya ini.

    Ali menekankan kebijakan ini bukan berarti pegawai sepenuhnya berdinas dari kediaman masing-masing. Pegawai KPK, kata dia, tetap wajib memenuhi panggilan jika diperlukan untuk berkantor di Gedung Merah Putih KPK.

    Kebijakan ini tidak berlaku bagi pegawai bidang penindakan. Pasalnya, mereka berhubungan dengan penyelesaian berkas perkara yang memiliki batas waktu. Namun, pegawai bidang penindakan tetap bekerja dengan memperhatikan standar keamanan pencegahan korona.

    "Misalnya seperti penahanan dan pelimpahan perkara ini kan kemudian menjadi keharusan atas perintah undang-undang sehingga teman-teman di penindakan masih tetap bekerja. Termasuk pemeriksaan dan permintaan keterangan kepada para saksi dan persidangan di berbagai daerah termasuk di Pengadilan Tipikor (Tindak Pidana Korupsi) di Jakarta Pusat," jelas Ali.

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan virus korona sebagai pandemi global. Virus ini pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok, medio November 2019.

    Per Senin, 16 Maret 2020, WHO mencatat ada 167.511 kasus positif korona di seluruh dunia. Virus dengan gejala flu, demam, dan sesak napas ini telah menyebabkan 6.606 kematian.

    Pegawai KPK Diizinkan Kerja dari Rumah
    Grafis Medcom.id

    Baca: ODP Covid-19 di Papua Capai 16 Ribu Orang
     
    Di Indonesia, 172 orang terkonfirmasi terjangkit virus korona per hari ini. Ada tambahan 38 pasien baru dari sebelumnya hanya 134 pada Senin, 16 Maret 2020.

    Virus korona menyebabkan lima orang meninggal dunia di Tanah Air. Sembilan orang berhasil sembuh dari covid-19. Sementara itu, 158 orang masih dirawat.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id