Cegah Karhutla, Masyarakat Siak Budi Daya Gabus di Lahan Gambut

    Achmad Zulfikar Fazli - 26 Oktober 2021 17:32 WIB
    Cegah Karhutla, Masyarakat Siak Budi Daya Gabus di Lahan Gambut
    Ilustrasi Webinar The Road to COP26, bertajuk ‘Peatland Conservation Through Sustainable Fisheries’. Dok Tangkapan Layar.



    Jakarta: Masyarakat Desa Buantan Besar dan Dayun, Kabupaten Siak, Riau, melakukan budi daya ikan gabus di wilayah lahan gambut. Budi daya ini membuat lahan gambut tetap basah, sehingga memperkecil potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat kekeringan.

    “Itu yang kita harapkan bagaimana masyarakat itu bisa memiliki pemikiran, mereka berbudi daya ikan gabus di lahan gambut sehingga gambutnya terjaga, tetap basah, tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan, dan ada pendapatan baru untuk masyarakat, jadi tidak terfokus mesti menanam sawit saja,” ujar Asisten 1 Setda Siak Budhi Yuwono, dalam webinar The Road to COP26, bertajuk ‘Peatland Conservation Through Sustainable Fisheries’, yang diselenggarakan Katadata, Selasa, 26 Oktober 2021.

    Budhi menyampaikan inisiatif budi daya ikan gabus di lahan gambut awalnya muncul akibat keresahan masyarakat. Pasalnya, karhutla selalu terjadi setiap tahunnya.

    Pemerintah Kabupaten Siak awalnya coba menanganinya dengan rajin memadamkan karhutla yang terus berulang sejak 1990-an. Mereka lantas menganalisis musabab kebakaran.

    Dari hasil analisis didapatkan karhutla akibat lahan gambut kering ditanami kelapa sawit. Akar masalah yang perlu diselesaikan.

    Beragam inovasi terus dilakukan untuk mencegah karhutla. Seperti paludikultur atau pemanfaatan lahan rawa dan gambut yang dibasahi kembali secara produktif sampai pada solusi lewat budi daya ikan gabus.

    “Ikan gabus ini adanya di rawa-rawa gambut. Jadi kita melihat adanya potensi ikan gabus terhadap ekonomi, lewat ekstrak albumin dan lain sebagainya,” ujar Budhi.

    Baca: Upaya Pelestarian Lahan Gambut Sebagai Lahan Produktif

    Besarnya potensi ikan gabus sebagai komoditas memacu lahirnya PT Alam Siak Lestari (ASL). Perusahaan itu fokus melakukan riset dan pengembangan produk.

    “Kita membeli ikan yang dibudidayakan masyarakat, kita sediakan pasarnya. Kita yang mengubah ikan gabus itu menjadi albumin yang bermanfaat untuk masyarakat,” ujar Direktur PT Alam Siak Lestari (ASL) Musrahmad Igun.
     

    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id