Gunung Ili Lewotolok Kembali Erupsi Senin Malam

    Candra Yuri Nuralam - 01 Desember 2020 06:27 WIB
    Gunung Ili Lewotolok Kembali Erupsi Senin Malam
    (Ilustrasi) Gunung Ile Lewotolok, Kabupaten Lembata, NTT. MI/Alexander P Taum
    Jakarta: Gunung Api Ili Lewotolok, Nusa Tenggara Timur, kembali erupsi sekitar pukul 23.20 Wita, Minggu, 30 November 2020. Kolom abu tercatat mencapai 700 meter dari puncak gunung.

    "Berdasarkan hasil pemantauan Pos Pengamatan Gunung Api Ili Lewotolok, Nusa Tenggara Timur, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah selatan," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati di Jakarta, Selasa, 1 Desember 2020.

    Erupsi berlangsung sekitar dua menit. Erupsi itu juga tercatat oleh seismograf dengan amplitudo maksimum 24 milimeter.

    "Pos Pengamatan Gunungapi Ili Lewotolok juga melaporkan adanya suara gemuruh saat terjadi erupsi," ujar Raditya.

    Hingga kini status Gunung Api Ili Lewotolok masih siaga. Masyarakat masih dilarang beraktivitas di sekitaran gunung.

    "Dengan penetapan status gunung tersebut, maka PVMBG memberikan rekomendasi kepada masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok dan pengunjung atau pendaki atau wisatawan agar tidak beraktivitas dalam zona perkiraan bahaya pada radius empat kilometer dari puncak," tutur Raditya.

    Baca: Gunung Ili Lewotolok NTT Erupsi

    Sebanyak 4.628 orang masih mengungsi akibat erupsi gunung tersebut. Para pengungsi terpisah di tujuh titik evakuasi.

    "Adapun sebaran pengungsian tersebut meliputi kantor bupati lama sebanyak 3.672 jiwa, Aula Ankara ada 148 jiwa, Kelurahan Lewoleba Tengah ada 140 jiwa, Tapolangu 287 jiwa, Desa Baopana 15 jiwa, Kantor BKD PSDM 338 jiwa dan Lapangan Harnus ada sebanyak 28 jiwa," terang Raditya.

    Baca: 4.628 Warga Dievakuasi Pascaerupsi Gunung Ili Lewotolok

    Belum ada laporan korban jiwa dari bencana ini. Namun, para pengungsi masih kekurangan beberapa kebutuhan mendesak

    "Hingga saat ini, kebutuhan mendesak yang dibutuhkan meliputi tenda pengungsian, air dan sanitasi, kebutuhan bayi dan balita, masker, selimut, alas tidur, terpal dan dukungan relawan untuk anak-anak," kata Raditya.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id