3 Populer Nasional, Strategi DKI Tertibkan Kali Hingga Tersangka Kebakakaran Kejagung

    Surya Perkasa - 24 Oktober 2020 07:55 WIB
    3 Populer Nasional, Strategi DKI Tertibkan Kali Hingga Tersangka Kebakakaran Kejagung
    Gedung Kejaksaan Agung pasca terbakar. MI/Susanto.
    Jakarta: Sejumlah peristiwa nasional pada Jumat, 22 Oktober 2020, menyita perhatian publik. Tiga berita yang paling banyak dibaca terkait dengan strategi DKI Jakarta menertibkan perizinan bangunan di bantaran kali, prioritas pemberian vaksinasi covi-19, dan tersangka kebakaran gedung Kejaksaan Agung.

    Berikut tiga berita terpopuler kanal nasional Medcom.id yang paling banyak dibaca:

    1. Cara DKI Tertibkan Bantaran Kali: Gusur yang Kaya, Biarkan yang Miskin

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria akan pilih-pilih dalam penggusuran permukiman di bantaran kali. Dia tidak akan menyasar permukiman warga kategori miskin kendati menjadi salah satu penyebab banjir.
     
    "Rakyat yang enggak punya uang, enggak punya tanah, bangun di pinggir kali, itu beda. Ini pengusaha. Ini orang yang berkecukupan, kok bangun rumah di pinggir kali. Ini yang maksud kami yang harus ditertibkan," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2020.

    Selengkapnya baca di sini.

    2. Komite Penanganan Covid-19 Susun Prioritas Vaksinasi

    Wakil Ketua Komite Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Jenderal TNI Andika Perkasa dan Komjen Gatot Eddy Pramono, menemui Direktur Utama dan jajaran Direktur BPJS Kesehatan. Mereka meminta data masyarakat untuk menyusun prioritas proses vaksinasi covid-19 yang rencananya dilakukan akhir 2020.

    Selengkapnya baca di sini.

    3. Tersangka Kebakaran, dari Tukang Hingga Pejabat Kejagung

    Polri menetapkan delapan tersangka kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung). Penetapan tersangka dilakukan dalam gelar perkara bersama penyidik gabungan, ahli, dan jaksa.
     
    "Lima orang tukang; Direktur Utama PT ARM; dan PPK (pejabat pembuat komitmen) dari Kejagung jadi tersangka," kata Direktur Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Brigadir Jenderal (Brigjen) Ferdy Sambo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 23 Oktober 2020.

    Selengkapnya baca di sini.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id