comscore

Kejagung Tanggapi Viralnya Psikotes dan Kesehatan Diberi Nilai Nol

Al Abrar - 06 Januari 2022 18:25 WIB
Kejagung Tanggapi Viralnya Psikotes dan Kesehatan Diberi Nilai Nol
Kejaksaan Agung. Foto: MI
Jakarta: Kejaksaan Agung menanggapi viralnya hasil psikotes dan tes kesehatan pada pengumuman kelulusan seleksi CPNS Kejaksaan RI. Hasil seleksi itu kemudian viral lantaran mendapat nilai 0 (nol).

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan, angka nol pada pengumuman kelulusan seleksi CPNS Kejaksaan RI pada dasarnya bukanlah merupakan nilai capaian untuk sub tes yang bersifat menggugurkan seperti tes psikotes, kejiwaan maupun Kesehatan. Dalam sub tes tersebut, nilai yang ada hanyalah nilai 0 dan 1.
"Nilai 0 merupakan kode bagi peserta yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS), sedangkan 1 merupakan kode bagi peserta yang Memenuhi Syarat (MS)," kata Leonard melalui keterangan tertulisnya, Kamis, 6 Januari 2022.

Baca: Kejagung Usut Dugaan Korupsi di PT Taspen Terkait Investasi

Menurut Leonanrd hal itu berbeda dengan sub tes yang memiliki bobot atau yang bukan bersifat menggugurkan seperti wawancara, CAT, kesamaptaan, beladiri ataupun praktek kerja, range penilaiannya adalah angka 0-100.

Selain itu kata Leonard, sejak Pengumuman awal seleksi CPNS Kejaksaan pada 30 Juni 2021, sub tes-sub tes yang dilakukan di Kejaksaan RI telah secara terbuka dijelaskan kepada seluruh calon pelamar. Penjelasannya yaitu, komponen penilaian seleksi terdiri dari sub tes yang memiliki bobot nilai dan ada yang bersifat menggugurkan, yakni Psikotes, Kejiwaan dan Kesehatan. 

"Ada tiga sub tes yang bersifat menggugurkan mutlak diperlukan dalam rangka menjaring calon pegawai Kejaksaan RI yang sesuai dengan tugas dan fungsinya selaku penegak hukum, yang tidak hanya memerlukan kecerdasan secara intelektual, namun juga didukung dengan kesiapan mental, potensi, psikis, maupun Kesehatan jiwa serta Kesehatan fisik yang mumpuni," kata Leonard.

Leonard menegaskan, bahwa dalam rangka menjamin obyektivitas, penunjukkan tim konsultan SDM yang menjalankan psikotes dan tes kejiwaan dilakukan secara lelang terbuka melalui e-procurement/lelang elektronik, sehingga independensinya terjaga. Sedangkan tes Kesehatan, diselenggarakan secara serentak di rumah sakit-rumah sakit daerah yang selanjutnya dinilai secara terpusat oleh Tim Dokter Independen Kejaksaan.

"Sehingga meminimalisasi terjadinya kecurangan," kata Leonard. 


(ALB)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id