Kalapas Kota Samarinda Diminta Dicopot

    13 Mei 2019 12:27 WIB
    Kalapas Kota Samarinda Diminta Dicopot
    Ilustrasi. Foto: Antara/Zabur Karuru
    Jakarta: Dinilai merusak citra, anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni mendesak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mencopot jabatan Kepala Lapas Klas IIA, Kota Samarinda, M Ikhsan. Desakan dilatarbelakangi penggunaan kekuasaan untuk kepentingan pribadi hingga keteledoran yang menyebabkan dua tahanan pendamping (tamping) mengonsumsi sabu di rumah pribadi kalapas.

    Sahroni menegaskan, sebagai pimpinan di Lapas, Ikhsan seharusnya tak menggunakan wewenangnya untuk kepentingan pribadi. Sebelum penangkapan, kedua tersangka yang merupakan tahanan Lapas Klas IIA, Kota Samarinda, diketahui membantu memperbaiki pintu rumah pribadi Ikhsan. Pengkaryaaan tahanan, kata dia, tidak dibenarkan untuk kepentingan pribadi di luar lapas ataupun rutan. 

    Sesuai Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No 7/2013, lapas diperkenankan mengangkat narapidana yang membantu petugas pemasyarakatan dalam melaksanakan kegiatan pembinaan sebagai pemuka. Tugas pemuka dapat dibantu oleh tamping. Pasal 6 aturan itu menyebutkan tugas pemuka membantu kegiatan pembinaan di bidang kegiatan kerja, pendidikan, keagamaan, kesehatan, olahraga, kesenian, dapur, dan kebersihan lingkungan. 

    "Tak ada aturan yang memperbolehkan tahanan melakukan pekerjaannya di luar lokasi penahanan,” kata Sahroni, Senin, 13 Mei 2019.

    Kesalahan berikutnya, sebut politikus NasDem ini, adalah membiarkan narapidana keluar tahanan tanpa pengawalan. Hal ini dapat berakibat fatal dengan risiko terburuk tahanan kabur. 

    Fakta berikutnya yang menurut Sahroni menjadi catatan buruk adalah kalapas dengan sengaja atau tidak menjadikan rumahnya sebagai lokasi narapidana mengonsumsi narkoba. Menurutnya, sebagai pihak yang mengerti hukum, kalapas seharusnya memerintahkan sipir untuk memeriksa apakah narapidana membawa sesuatu dari balik penjara atau berkomunikasi dengan orang lain di luar penjara. 

    "Kepemilikan sabu dan pengakuan penggunaan sabu di rumah kalapas merupakan tamparan keras ke Ditjen PAS. Patut dicurigai adanya pembiaran terjadinya transaksi narkoba melibatkan kedua tamping tersebut," kata Sahroni. 

    Dua orang tamping Lapas Klas IIA, Kota Samarinda, bernama Hendri Wahyudi dan Husni ditangkap Satreskoba Polresta Samarinda atas dugaan mengonsumsi sabu. Zat terlarang golongan 1 tersebut diakui kedua narapidana kasus narkoba ini dikonsumsi di rumah pribadi Kepala Lapas Klas IIA Kota Samarinda. 

    Hendry mengaku ia bersama Husni dan dua narapidana lainnya diperintahkan petugas lapas membantu memperbaiki pintu rumah pribadi Kalapas Klas IIA Samarinda M Ikhsan pada Selasa, 7 Mei 2019 pagi. Menggunakan mobil ambulans, keempat napi keluar tahanan dikawal tiga sipir.

    Sore setelah aktivitas memperbaiki pintu rumah kalapas di Jalan Labu Putih, Perum Bengkuring, Kota Samarinda, Hendri dan Husni meminta izin membuang sampah ke halaman belakang rumah. Kesempatan itu dimanfaatkan keduanya untuk mengisap satu paket sabu hasil pembelian dari rekannya yang mendatangi lokasi. 

    Saat perjalanan pulang ke lapas, keempat tahanan dipisahkan dalam dua kendaraan. Hendri dan Husni menumpang ambulans dengan kawalan satu orang sipir. Sementara dua tahanan lainnya dibawa kembali ke lapas menggunakan mobil dengan kawalan dua sipir.

    Di perjalanan, ambulans yang ditumpangi kedua tersangka dihentikan anggota Satreskoba Polresta Samarinda. Hasil penggeledahan, di saku celana depan Hendri ditemukan masing-masing satu pipet kaca berisi sabu, korek gas, alat isap, dan telepon seluler. Hingga kini Satreskoba Polresta Samarinda masih mendalami dugaan keterlibatan sipir dan kalapas. 




    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id