Indonesia diminta Waspadai Akademisi Australia Damien Kingsbury

    Faisal Abdalla - 15 Desember 2017 17:48 WIB
    Indonesia diminta Waspadai Akademisi Australia Damien Kingsbury
    Ketua Umum Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) Letjen TNI (Pur) Kiki Syahnakri - Medcom.id/Faisal Abdalla.
    Jakarta: Ketua Umum Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) Letjen TNI (Pur) Kiki Syahnakri menceritakan soal sepak terjang akademisi Australia bernama Damien Kingsbury. Kiki menyebut Damien membawa agenda-agenda tertentu yang mendukung lepasnya Papua dari NKRI. 

    Kecurigaan Kiki berawal ketika dirinya menghadiri seminar di Melbourne, Australia, pada September 2014 lalu. Seminar itu digelar untuk membahas penugasan Interfet di Timor Timur pada 1999. 

    Saat itu, Kiki bersama Brigjen TNI (Pur) Andreas Mere hadir dalam seminar tersebut untuk menjadi pembicara mewakili TNI dan Indonesia. Selain Kiki dan Andreas, pembicara yang turut hadir antara lain Damien Kingsbury dari Deakin University Melbourne, PM Timor Leste Xanana Gusmao, dan sejumlah pembicara lainnya dari Thailand, Filipina, serta Australia yang berjumlah 18 orang.

    "Saat itu Damien tidak bicara tentang interfet. Dia justru bicara hal-hal negatif tentang Indonesia dari pemahaman dia sendiri," ujar Kiki kepada wartawan di Gedung Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD), Matraman, Jakarta, Jumat, 15 Desember 2017. 

    Kiki menyebut Damien juga sempat mengklaim telah mempunyai blue print (cetak biru) kebijakan Presiden Joko Widodo soal masa depan Papua. Bagi Kiki, pernyataan Damien Kingsbury sungguh sangat mengejutkan dan menimbulkan pertanyaan besar karena pada tahun tersebut, Jokowi belum dilantik menjadi presiden. 

    "Saya mencoba mencari tahu lebih dalam dan meminta bukti terkait blue print tersebut. Damien Kingsbury tidak bisa menjawab dengan yakin apa yang kami minta. Dia hanya mengatakan blue print-nya berada di kantornya dan tidak dibawa. Ini sungguh aneh dan bisa mengganggu hubungan Indonesia dan Australia,” ujar Kiki.

    Dia menambahkan hal mencurigakan lain dari pertemuan tersebut yakni terkait urutan pembicara yang tampil. Saat itu paparan Damien ditempatkan di urutan paling akhir sehingga kesan yang muncul paparan Damien tersebut merupakan konklusi dari pertemuan itu. 

    Kecurigaan Kiki ini bukan tanpa alasan. Ia mengungkapkan pada saat dirinya menjabat sebagai Panglima Penguasa Darurat Militer Timor-Timur, Damien diketahui terlibat aktif di berbagai pertemuan pada saat penentuan masa depan Timor-Timur. Kiki juga menyebut Damien berperan sebagai konseptor dan penasehat GAM ketika Aceh ingin merdeka. 

    "Ketika saya menjadi Pangdam Udayana, juga beredar usulan pendirian Negara Timor Raya. Saat ditelusuri ternyata otak dari pendirian Negara Timor Raya adalah Damien Kingsbury," ujar Kiki. 

    Melihat sepak terjang Damien yang selalu terlibat dalam gerakan separatis di tanah air, Kiki mengingatkan kepada semua pihak untuk waspada terhadap agenda-agenda yang mungkin dibawa Damien ataupun pihak-pihak lain yang mencoba memecah belah NKRI. 

    “Jika kita tidak mengambil tindakan dalam konteks NKRI, semua orang asing dan negara lain seakan-akan mempunyai hak untuk mengurusi atau mengintervensi Papua," tandas dia.





    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id