Persiapkan Presidensi G20, KSP dan Kemenkominfo Diapresiasi

    Rendy Renuki H - 17 November 2021 19:47 WIB
    Persiapkan Presidensi G20, KSP dan Kemenkominfo Diapresiasi
    Presedensi G20 yang dipersiapkan Kepala Staf Presiden dan Kominfo (Ist)



    Jakarta: Indonesia meneruskan estafet keketuaan atau presidensi G20 dari Italia dan untuk pertama kalinya akan memegang presidensi G20 pada 2022. Sambutan positif pun datang dari Aliansi Mahasiswa dan Milenial (AMMI). Pasalnya, kepercayaan kepada Indonesia itu tak hanya merupakan sejarah baru, melainkan menjadi catatan gemilang yang akan dikenang hingga sekian generasi mendatang.

    Disamping itu, Koordinator AMMI Nurkhasanah, menyampaikan bahwa yang lebih membanggakan adalah sikap proaktif yang dilakukan para pembantu Presiden seiring akan datangnya amanah kepercayaan tersebut.

     



    "Langkah  Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko bersama Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate, yang proaktif segera menggelar rapat koordinasi media dan komunikasi G20 bersama kementerian dan lembaga terkait di Gedung Kemenkominfo patut diapresiasi," ujar Nurkhasanah dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/11/21).

    Menurutnya, KSP Moeldoko dalam kesempatan tersebut terlihat begitu  intens mengangkat arti penting penunjukan Indonesia dalam Presidensi G20 tersebut. Moeldoko terlihat penuh semangat dan sumringah. Namun, Moeldoko tak menutup kekecewaannya karena terkait hal itu masih belum banyak tersampaikan kepada publik.

    "Karena itu, Moeldoko menegaskan, lembaganya—KSP--akan segera mendorong pengelolaan komunikasi dan isu-isu terkait pelaksanaan G20 di Bali, 30-31 Oktober 2022. Yang urgen untuk segera dikembangkan, menurutnya adalah mekanisme kerja atau flow yang tegas dengan tim substance," urai Nurkhasanah.

    "Dengan demikian, pola hubungan serta aliran kerja yang tegas dan terukur pun akan segera terwujud. Selain itu, KSP pun akan lebih efektif memantau dan mengevaluasi kinerja yang berjalan. Flow ini yang menghubungkan KSP dan tim komunikasi, dengan apa yang dibicarakan di floor,” lanjutnya.

    Di sisi lain, sesuai bidang kerjanya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memberikan perhatian khusus pada tiga isu prioritas Presidensi G20 tahun 2022 mendatang. Tidak hanya itu, Kemenkominfo sadar bahwa perlunya adopsi teknologi untuk menjembatani kesenjangan digital yang masih ada.
     
    "Menkominfo juga menyatakan, pihaknya secara berkala akan memberikan update kepada pemangku kepentingan/ekosistem industri dan publik mengenai perkembangan pembahasan Pokja Ekonomi Digital pada pertemuan G20," kata Nurkhasanah.

    Ia juga menyampaikan bahwa sejak dibentuknya forum G20, yang merupakan lembaga dialog dan aksi langsung negara-negara maju pada 1999, baru kali ini Indonesia mendapatkan kepercayaan untuk menjadi ketua.

    Maka demikian, Nurkhasanah selaku mahasiswa dan milenial, melihat semua ini dengan kebanggaan dan keyakinan besar bahwa Indonesia saat ini memang tak selayaknya terus berada dalam “kompleks rendah diri” alias minder waardigheid complex" atau inferiority complex.

    "Sudah bukan saatnya terus merasa tak mampu, rendah diri dan menunduk di hadapan bangsa-bangsa lain. Ini bangsa sudah maju, sudah diakui negara-negara besar lain di dunia sebagai bangsa yang setara dengan mereka," tegasnya.
     
    Untuk itu, lanjutnya, yang kini harus dilakukan adalah menatap dengan kepala tegak, agar tak ada satu pun kesempatan untuk meraih kesempatan untuk kian maju dan makin berjalan ke depan itu lolos dari bangsa ini.

    "Dengan kepala yang tegak, penuh keyakinan dan kebanggaan, insya Allah Indonesia akan kian maju dan berkembang. Semua karena kita telah melempar sejauh-jauhnya rasa minder dan rendah diri, yang dalam sejarah telah terbukti mengerdilkan kemampuan, menyurutkan tekad untuk maju, setara, bahkan melampaui apa pun yang bisa diraih bangsa-bangsa lain," pungkasnya

    (MBM)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id