Kapolri Siapkan Manajemen Kontingensi Tangani Zona Merah Covid-19

    Aria Triyudha - 07 Juni 2021 23:54 WIB
    Kapolri Siapkan Manajemen Kontingensi Tangani Zona Merah Covid-19
    Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan terkait penyerangan Mabes Polri oleh terduga teroris, Rabu, 31 Maret 2021. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana



    Jakarta: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyiapkan beberapa manajemen kontingensi terkait penanganan pandemi covid-19 di 13 zona merah kabupaten dan kota. Manajemen kontingensi yang pertama ialah penjagaan kampung atau RT yang sudah menjadi klaster.

    "Personel Polri bakal melakukan penjagaan dan patroli pada lokasi PPKM mikro atau desa dengan penambahan pasukan dari polda dan Mabes Polri sesuai dengan pembagian zonanya masing-masing," kata Listyo dalam keterangan tertulis, Senin, 7 Juni 2021.

     



    Selanjutnya, manajemen tracing dan ketersediaan swab antigen. Listyo menekankan hal ini bakal mengatur percepatan personel TNI-Polri dalam tes swab PCR setelah ada pasien dinyatakan reaktif ketika pengetesan swab antigen.

    Baca: Kasus Covid-19 di Semarang Melonjak, Tempat Tidur Isolasi Terisi 66%

    "Bagi warga yang positif swab antigen dilakukan tes swab RT-PCR per lima hari baik yang gejala maupun orang tanpa gejala (OTG). Hal itu untuk menghindari penyebaran virus korona ke orang lain," ujar Listyo.

    Selain itu, ada manajemen RT-PCR dan peningkatan kecepatan hasil laboratorium. Demi mempercepat pengujian laboratorium, Listyo mengerahkan mobil RT-PCR.

    "Dengan adanya bantuan dari laboraturium dan mobil RT-PCR diharapkan hasil tes dapat diterima lebih cepat. Yang tadinya tiga-lima hari menjadi kurang lebih satu-dua hari," ucap mantan Kabareskrim Polri itu.

    Kemudian, Listyo menyiapkan manajemen pasien yang reaktif atau positif serta penentuan isolasi mandiri dan rujukan ke rumah sakit. Masyarakat Jawa Tengah (Jateng) yang isolasi mandiri nantinya bakal langsung dievakuasi ke tempat rujukan yang telah disiapkan.

    Salah satu lokasi isolasi ialah Asrama Haji Donoyudan dengan 800 tempat tidur. Apabila lokasi itu penuh, warga positif covid-19 dievakuasi ke Gedung Diklat Srondol dengan kapasitas 300 tempat tidur, kediaman wali kota 200 tempat tidur, dan gedung islamic center 150 tempat tidur.

    "Evakuasi yang saat ini melaksanakan isolasi mandiri di rumah digeser ke Asrama Haji Donoyudan sebagai rujukan isoma pusat di Jateng dengan alokasi 800 tempat tidur, dilengkapi tenaga kesehatan, dan penjagaan ketat dari TNI-Polri," ujar Listyo

    Terakhir, ada manajemen evakuasi pengangkutan pasien positif bila sudah semakin banyak warga yang terjangkit covid-19 dan klaster keluarga meluas. Seluruh manajemen kontingensi ini menjadi upaya mencegah penyebaran klaster virus korona, seperti yang terjadi Bangkalan Madura, Jawa Timur.

    Di sisi lain, Listyo meminta masyarakat, khususnya di Kudus, Jateng, untuk betul-betul menegakkan protokol kesehatan (prokes) dalam kehidupan sehari-hari. Warga wajib patuh terhadap kewajiban penggunaan masker.

    Ia menekankan penggunaan masker dapat menekan angka penyebaran virus SARS-CoV-2 itu. Hal ini masih menjadi upaya paling ampuh mencegah meluasnya penyebaran covid-19 berdasarkan penelitian dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

    "Tingkat kepatuhan masker sudah mulai menurun. Salah satu yang paling mudah tidak tertular covid-19 adalah menggunakan masker," kata Listyo

    Selain itu, dia meminta wilayah sekitar Kabupaten Kudus juga menyiapkan ancang-ancang manajemen kontingensi demi mencegah penyebaran covid-19. Wilayah sekitar Kudus juga diminta mengambil kebijakan serupa.

    "Untuk keluar masuk wilayah zona merah diawasi ketat, dan masyarakat di wilayah zona merah desa di imbau untuk tidak keluar rumah selama lima hari, dan hasilnya akan dievaluasi," ucap Listyo.


    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id